Gelar Skrining TBC di Rutan Bengkulu Berjalan Sukses
BENGKULU - Tim Medis Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu didampingi Dinas Kesehatan Kota beserta Tim Tirta Medical Center berhasil memenuhi target pelaksanaan Active Case Finding (ACF) atau Penemuan Kasus TBC Secara Aktif pada warga binaan. Pada hari terakhir pelaksanaan kegiatan ACF TBC, tercatat 634 warga binaan selesai menjalani skrining gejala dan Skrining Chest X-ray (rontgen dada). Kepala Rutan, Farizal Antony, melalui Koordinator Kegiatan, Mimin Andi Wijaya jumlah tersebut telah sesuai dengan target yang ditatapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).
"Alhamdulillah hari ini kegiatan skirining gejala maupun Skrining Chest X-ray telah selesai kita lakukan pada 634 warga binaan. Jumlah ini sesuai dengan yang telah ditargetkan oleh Dirjenpas," ujar Mimin.
Dari hasil skrining tersebut Mimin juga mengungkapkan terdapat sejumlah WBP yang bergejala. Untuk itu pihaknya menurut Mimin juga sudah mengirimkan sampel sampel dahak ke RS Bhayangkara guna pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
"Dari kegiatan hari pertama hingga terakhir ini memang ditemukan sejumlah WBP yang bergejala. Menindaklanjuti hal tersebut kita sudah mengirimkan sampel dahak untuk dilakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara agar bisa dipastikan apakah positif TBC atau tidak," ungkap Mimin.
Untuk diketahui kegiatan ACF TBC ini merupakan langkah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi bekerjasama dengan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan untuk memperluas cakupan dan target penemuan kasus TBC dengan intervensi CXR. Dimana kegiatan ini ditargetkan mengcover 206.330 orang Tahanan/Narapidana/Anak/Anak Binaan di 374 Rutan/Lapas/LPKA pada 33 Kanwil Kementerian Hukum dan HAM RI.
