Hari Pertama Kegiatan ACF TBC, 200 Warga Binaan Rutan Bengkulu Ikuti Skrining
KOTA BENGKULU - Usai secara resmi dibuka, Tim Medis Rutan Kelas IIB Bengkulu didampingi oleh Dinas Kesehatan Kota dan Puskesmas Pasar Ikan beserta Tim Tirta Medical Center langsung menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) atau Penemuan Kasus TBC Secara Aktif pada warga binaan. Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu, Farizal Antony melalui Koordinator Kegiatan, Mimin Andi Wijaya menjelaskan pada hari pertama pelaksanaan ACF tersebut pihaknya menargetkan skrining TBC pada 200 Warga Binaan Pemasyarakatan. Dimana lanjut Mimin kegiatan tersebut direncanakan dilaksanakan selama empat hari dengan target WBP yang diskrining sebanyak 634 orang.
"Kegiatan ini rencanya akan dilaksanakan selama empat hari hingga tanggal 15 September mendatang. Dimana target WBP yang diskrining sebanyak 634 orang. Untuk itu pada pelaksanaan hari pertama ini kita upayakan dapat mengcover 200 WBP," ujar Mimin.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan menurut Mimin meliputi kegiatan skrining gejala, Skrining Chest X-ray (rontgen dada) yang difasilitasi langsung oleh Tim Tirta Medical Center yang merupakan vendor yang bekerja sama langsung dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS). Selain itu lanjut Mimin nantinya juga akan dibantu oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dalam pemeriksaan Tes Cepat Molekuer (TCM).
"Jadi kegiatan ACF ini dibagi menjadi tiga tahap, yang pertama wawancara terkait gejala, kemudian juga dilakukan langsung Skrining Chest X-ray dan terakhir pemeriksaan Tes Cepat Molekuer (TCM). Untuk Skrining Chest X-ray ini difasilitasi oleh Vendor yang sudah bekerja sama dengan Ditjen PAS, jadi memang alatnya disediakan langsung di lokasi," terang Mimin.
Kegiatan ACF ini sendiri menurut Mimin merupakan program langsung dari Ditjen PAS yang dilaksanakan di 374 Lapas/Rutan pada 33 Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM. Dengan target sebanyak 206.330 Tahanan/Narapidana/Anak/Anak Binaan. Dimana tujuan kegiatan ini adalah untuk mengantisipasi resiko penularan TBC pada warga binaan.
"Disini kita selaku pelaksana program yang dicanangkan langsung oleh Ditjen PAS. Untuk Rutan Bengkulu sendiri dijadwalkan mulai dilaksanakan pada hari ini (12/9) hingga 15 September mendatang. Harapan kita kegiatan ini dapat dijadikan sebagai upaya deteksi dini dalamhal pencegahan penularan TBC khsusunya di Rutan Kelas IIB Bengkulu," pungkas Mimin.
