30 Pegawai Rutan Bengkulu Dites Urine, Berantas Peredaran Narkoba
KOTA BENGKULU - Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu terus menunjukan komitmennya dalam perang terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Usai pelaksanaan Apel Deklarasi Zero Halinar, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu, Farizal Antony mengambil langkah progresif dengan menggelar pelaksanaan tes urine terhadap pegawai baik staf maupun petugas pengamanan.
"Hal ini (Tes Urine-Red) kita laksanakan sebagai bentuk nyata dari komitmen pemberantasan narkoba di Rutan Kelas IIB Bengkulu. Untuk penyalahgunaan narkoba kita tidak main-main, sanksinya jelas pemberhentian dan hukuman pidana, sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Bapak Kadivpas pada pelaksanaan Apel Deklarasi Zero Halinar. Untuk itu saya tidak mentolerir segala bentuk penyalahgunaan narkotika baik oleh petugas maupun warga binaan," tegas Farizal.
Farizal juga menjelaskan, pelaksanaan tes urine tersebut dilakukan pada lebih dari 30 orang pegawai sebagai sampel yang diambil secara acak dari staf pegawai, petugas pengamanan dan pejabat struktural, termasuk Karutan sendiri. Hasil tes urine menunjukan tidak ada satupun dari sampel tersebut yang positif narkoba. Selanjutnya Karutan juga menjelaskan, sebelumnya Rutan Kelas IIB Bengkulu juga telah melakukan tes urine terhadap warga binaan beberapa waktu lalu dimana hasilnya juga negatif. Hal ini lanjut Karutan merupakan suatu pencapaian positif bagi Rutan Kelas IIB Bengkulu. Karutan juga menegaskan pihaknya akan terus berkomitmen untuk menjaga Rutan Kelas IIB Bengkulu bersih dari Halinar.
"Tes Urine kita lakukan terhadap 30 orang pegawai yang dipilih secara acak, termasuk saya sendiri dan pejabat struktural lainnya, alhamdulillah hasilnya semua negatif. Sebelumnya, Rutan Kelas IIB Bengkulu juga telah melakukan tes urine secara acak terhadap warga binaan pada selasa (02/05). Dalam kegiatan yang dirangkai dengan giat Razia dan Penggeledahan kamar hunian tersebut 28 warga binaan melakukan tes urine dan hasilnya juga negatif. Ini menunjukan bahwa petugas maupun pejabat telah berkomitmen untuk tidak terlibat penyalahgunaan narkotika dalam bentuk apapun, baik sebagai pemakai maupun pengedar. Tentunya kita berharap hal positif ini tetap dapat kita jaga agar Rutan Bengkulu semakin baik kedepannya," pungkas Karutan.
