Bersinergi Dengan Aparat Hukum, Lapas Bengkulu Geledah Blok Narkoba dan Tes Urine Warga Binaan
Kota Bengkulu - Lapas Kelas IIA Bengkulu melaksanakan razia bersama tim gabungan yang terdiri dari BNNK, TNI dan Polresta Bengkulu, Selasa (14/11). Kegiatan ini berlangsung selama 3 jam, diketahui gelar ini secara mendadak. Kalapas Bengkulu Yuniarto didampingi KPLP Lapas Bengkulu Yulian Fernando mengatakan, kegiatan ini salah satu perintah dari Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI dimana dalam perintah itu diantaranya, deteksi dini, pencegahan narkoba dan meningkatkan sinergitas bersama pemerintah dan aparat hukum yang ada.
Hasil dalam razia itu, petugas melaksanakan pemeriksaan dibeberapa blok narkoba. Pemeriksaan ini langsung dilakukan oleh petugas bnnk, polresta dan kodim serta petugas Lapas bengkulu sendiri.
"Benar, hari ini kita melaksanakan gelar razia blok huniaan khususnya di kamar narkoba di Lapas Bengkulu. Kita mengajak aparat penegak hukum TNI/Polri dan BNNK Kota Bengkulu. Adapun hasil razia tidak ditemukan barang terlarang, tujuan kegiatan ini menjalankan perintah Bapak Dirjen pemasyarakatan Irjen. Pol. Dr. Reynhard Silitonga dalam pencegahan narkoba, deteksi dini dan menjalin kerjasama dengan aparat hukum pemerintah," ujar Kalapas Bengkulu Yuniarto didampingi Kepala Pengamanan Lapas Bengkulu Yulian Fernando.
Hasilnya dalam razia itu Yuniarto mengatakan, tidak ditemukan barang-barang terlarang. Petugas gabungan hanya menemukan 10 botol deodoroan, 16 botol kaca, 1 ikat pinggang, 3 gunting, 1 kipas angin, 13 korek gas, 3 kayu, 3 sikat gigi, 6 kaca dan 8 alat cukur.
Selain melaksanakan razia, tim juga melakukan tes urine terhadap 50 warga binaan yang ada. Yuniarto mengatakan, pihaknya komitmen dalam mencegah peredaran narkoba yang ada di Lapas Bengkulu. Dimana sebelumnya telah berkomitmen mencanangkan Lapas Bersinar (Bersih dari Narkoba).
"Kami laksanakan tes urine secara acak sebanyak 50 orang warga binaan. Alhamdulillah semua hasilnya negatif. Memang ada barang seperti sikat gigi, ikat pinggang dan alat cukur. Ini sebenarnya alat keseharian mereka karena kita disini menjalankan juga program kemandirian pembinaan nanti kita musnahkan," tandasnya.
