Skip to main content
x
Ditangan Farizal Anthony, Warga Binaan Rutan Bengkulu Terus Khatam Al Quran

Ditangan Farizal Anthony, Warga Binaan Rutan Bengkulu Terus Khatam Al Quran

Kota Bengkulu - Karutan Bengkulu Farizal Anthony mengajak seluruh warga binaan beragama muslim agar wajib menjalankan ibadah puasa dengan penuh khidmat. Dalam menyambut bulan puasa ini, jajaran Rutan Bengkulu bersama warga binaan melaksanakan doa menyambut bulan suci ramadhan. Diharapkan dengan adanya kegiatan rohani ini, seluruh pegawai dan warga binaan menjalan ibadah puasa dengan penuh berkah dari ridho Allah.SWT. 

Tak hanya itu, Karutan Bengkulu Eza sapaan akrab ini juga mengajak warga binaan Rutan Bengkulu agar dapat melakukan khatam AL Quran sembari menjalankan ibadah puasa. Ia mengatakan, khatam artinya selesai atau telah menamatkan bacaan 30 juz dalam Al-Quran.

"Karena ini kewajiban, seseorang mengajak dengan kebaikan maka mendapatkan pahala. Termasuk dengan warga binaan ini, dengan membaca AL Quran tentu mendapatkan pahala yang besar," ujarnya. 

Terutama sebelumnya, Warga Binaan Rutan Bengkulu mayoritas sudah melakukan khatam Al Quran, Lanjut Karutan maka pentingnya hal positif ini dapat dipertahankan bagi kepribadian rohan mereka (warga binaan.red).

"Beberapa hadits meriwayatkan balasan kebaikan bagi mereka yang mengkhatamkan Al Quran terutama dalam satu hari, yakni akan dishalawatkan malaikat sejak pagi hingga malam hari atau sejak malam hingga pagi hari," lanjut Eza.

Karutan menyebutkan bahwa dalam berbagai riwayat dijelaskan pahala mengkhatamkan Al Quran dijadikan salah satu tolok ukur pahala dan balasan perbuatan-perbuatan yang lain. Sebagai contoh, pahala membaca satu ayat di bulan Ramadan atau tiga kali membaca surah Al-Ikhlash di bulan-bulan lain atau shalat khusus malam Senin sepadan dengan pahala khataman Al Quran.

Jadi, lebih lanjut, bagi WBP yang non muslim dan muslim, diwajibkan untuk mendapatkan pembinaan dan pembekalan agama sesuai kepercayaan masing-masing yang diharapkan setelah mendalaminya maka saat keluar dari penjara bisa dijadikan sebagai alat pengendalian diri.

"Di dalam ini pembekalan agama paling penting, bahkan WBP Muslim yang baru belajar mengaji disini bersyukur karena setelah mereka bebas sudah bisa mengajarkan mengaji kepada anak-anaknya di rumah," demikian