Kalapas Perempuaan Bengkulu Gayatri Resmi Buka Kegiatan Bimtek
Kota Bengkulu - Pembukaan Bimtek Kewirausahaan yang Berperspektif Gender Perempuan Penyintas bagi Warga Binaan Lapas Perempuan Bengkulu.
Lapas Perempuan Bengkulu gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan bagi warga binaan bekerja sama dengan Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bengkulu, Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK), Dinas Pemberdayaan Perempuan, perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Senin (27/11).
Kegiatan ini dibuka langsung secara resmi oleh Kalapas Perempuan Bengkulu Gayatri Rachmi Rilowati dan dihadiri langsung oleh Direktur PKBI Bengkulu Abdul Salim, Direktur ASPPUK Emmy Astuti dan Kepala DP3AP2KB Dewi Dharma, JFT dan JFU di lingkungan Lapas Perempuan Bengkulu beserta warga binaan.
Bimbingan teknis ini akan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 27-29 November.
Tujuan dari Bimtek ini adalah untuk memberikan pelatihan dan bimbingan kepada warga binaan Lapas Perempuan Bengkulu tentang kemandirian dan kewirausahaan dengan perspektif gender perempuan penyintas. Melalui bimtek ini, diharapkan warga binaan dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam berwirausaha, sehingga mereka dapat menjadi mandiri secara finansial.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan dukungan dan sumber daya yang diperlukan bagi warga binaan dalam mengembangkan usaha kecil mereka nantinya.
Selama 3 hari pelaksanaan bimtek, para peserta akan mendapatkan materi dan pelatihan yang berkaitan dengan kewirausahaan, seperti manajemen usaha, pemasaran, keuangan, dan keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam berwirausaha. Selain itu, mereka juga akan diberikan pemahaman tentang pentingnya perspektif gender dalam kewirausahaan, serta bagaimana meningkatkan kesempatan dan aksesibilitas bagi perempuan dalam dunia bisnis.
Diharapkan dengan adanya Bimtek ini, warga binaan Lapas Perempuan Bengkulu dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat membantu mereka dalam membangun usaha kecil, sehingga mereka dapat menjadi lebih mandiri secara finansial dan memiliki kesempatan untuk meraih kehidupan yang lebih baik usai menjalani hukuman.
