Ketua MUI Rejang Lebong Ajak Orang Tua Awasi Anak, Tegaskan Geng Motor Bertentangan dengan Nilai Agama dan Budaya Bangsa
REJANG LEBONG, Wartaprima.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Muhammad Abu Dzar, Lc., M.H.I., mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari, guna mencegah mereka terjerumus dalam pergaulan negatif, aksi geng motor, maupun tindak kriminal lainnya.
Menurut Abu Dzar, keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk akhlak, karakter, dan moral anak. Karena itu, orang tua harus mengetahui aktivitas serta lingkungan pergaulan anak agar tidak terpengaruh oleh perilaku yang menyimpang.
"Kami mengimbau seluruh orang tua agar lebih peduli terhadap anak-anaknya, khususnya pada malam hari. Berikan perhatian, bimbingan, dan pendidikan agama yang kuat agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang dapat merusak masa depan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa aksi geng motor tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga bertentangan dengan ajaran agama dan tidak mencerminkan budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, serta saling menghormati.
"Geng motor bukan budaya bangsa kita. Perilaku yang mengarah pada kekerasan, perusakan, dan tindakan kriminal bertentangan dengan nilai-nilai agama maupun budaya luhur yang diwariskan para pendahulu. Generasi muda harus menjadi pelopor kebaikan, bukan pelaku keresahan di tengah masyarakat," tegasnya.
Selain mengajak keluarga memperkuat pembinaan terhadap anak, Abu Dzar juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pelaku kriminalitas maupun aksi geng motor yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kami mendukung aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas terhadap setiap pelaku kriminal dan geng motor sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum yang adil dan tegas sangat diperlukan agar memberikan efek jera serta menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat," katanya.
Abu Dzar berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, hingga aparat keamanan, dapat bersinergi dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cinta damai, dan mampu menjaga nama baik Kabupaten Rejang Lebong.
"Jika semua pihak bersatu, Insya Allah Rejang Lebong akan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan kondusif, serta generasi mudanya tumbuh dengan akhlak yang baik dan jauh dari pengaruh geng motor maupun tindak kriminal," pungkasnya. (Adv)
