Skip to main content
x
Kunjungan KPU Kota di Rutan Bengkulu

KPU Kota Lakukan Kordinasi di Rutan Bengkulu Persiapan Pemilu Bagi WBP

BENGKULU - Kepala Tumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu, Farizal Antony didampingi oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan (Yantah), Medi Ihwandi menerima kunjungan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu pada Rabu (4/10). Hadir dalam kunjungan tersebut, Komisoner KPU Kota Bengkulu, Bambang Meiliansyah beserta Kasubag data dan informasi KPU, Erlina. Farizal menjelaskan, kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka meninjau persiapan Rutan Kelas IIB Bengkulu dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang akan segera dilaksanakan pada Februari mendatang.

"Hari ini kita menerima kunjungan dari KPU Kota Bengkulu. Dimana kunjungan tersebut dilaksanakan untuk melihat sejauh mana persiapan Rutan Kelas IIB Bengkulu jelang pelaksanaan Pemilu 2024 yang menyisahkan 132 hari lagi," ungkap Farizal.

Selanjutnya Farizal juga menegaskan bahwa dalam pelaksanaan Pemilu 2024, Rutan Bengkulu telah berkomitmen untuk memastikan seluruh warga binaan yang memenuhi syarat agar nantinya dapat menyalurkan hak pilihnya. Untuk itu menurut Farizal, pihaknya telah melakukan pendataan secara terperinci terhadap seluruh warga binaan khususnya terkait data kependudukan yang nantinya diperlukan sebagai salah satu syarat agar dapat menggunakan hak pilih. Bahkan menurut Farizal pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bengkulu terkait pemenuhan data kependudukan warga binaan.

"Sebagai bagian dari pemerintah, Rutan Bengkulu telah berkomitmen untuk memastikan seluruh warga binaan yang telah memenuhi syarat agar nantinya dapat menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024 mendatang. Kita juga sudah melakukan pendataan secara menyeluruh khususnya terkait data kependudukan terhadap seluruh WBP. Komitmen tersebut sudah kita wujudkan melalui kerjasama yang telah kita sepakati dengan pihak Disdukcapil Kota Bengkulu dalam upaya pemenuhan data kependudukan warga binaan. Kita juga sudah beberapa kali memfasilitasi perekaman data e-KTP bagi warga binaan yang belum memiliki NIK ataupun yang tidak memiliki e-KTP," ujar Farizal.

Sementara itu, Kasubsi Yantah, Medi Ihwandi menjelaskan, terkait pendataan warga binaan dalam daftar pemilih pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi. Mengingat keberadaan warga binaan Rutan Bengkulu yang bersifat tidak tetap karena terus mengalami perubahan. Hal ini dikarenakan adanya penambahan jumlah tahanan ataupun narapidana yang mendapatkan pembebasan bersyarat. 

"Terkait masalah DPT, kita terus melakukan pemantauan. Karena jumlah warga binaan yang terus berubah karena adanya pelimpahan tahanan maupun narapidana yang bebas bersyarat. Untuk itu prioritas kita saat ini adalah bagaimana seluruh warga binaan yang ada nantinya memenuhi syarat sebagai pemilih. Karena itu kita terus melakukan pendataan terkait pemenuhan data kependudukan masing-masing warga binaan. Sehingga nantinya tidak ada kendala bagi warga binaan dalam menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2024 mendatang," pungkas Medi.