Lapas Arga Makmur Gelar Shalat Istisqa, Ikhtiar Hadapi Musim Kemarau
Arga Makmur, 18 September 2026 — Sebagai tindak lanjut surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sekaligus wujud kepedulian terhadap kondisi musim kemarau dan potensi kekeringan di berbagai wilayah, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Arga Makmur melaksanakan Shalat Istisqa’ dan Doa Bersama, Jumat (18/9).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Arga Makmur mulai pukul 12.40 WIB tersebut diikuti oleh 20 petugas dan 80 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam. Pelaksanaan Shalat Istisqa’ dipimpin oleh Ustadz H. Damami dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bengkulu Utara selaku imam dan khatib.
Tindak Lanjut Arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan
Pelaksanaan Shalat Istisqa’ merupakan tindak lanjut Lapas Arga Makmur terhadap surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang mengarahkan pelaksanaan ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi musim kemarau dan potensi kekeringan yang terjadi di berbagai wilayah.
Bagi Lapas Arga Makmur, arahan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat akan ketersediaan air.
Melalui pelaksanaan Shalat Istisqa’ dan Doa Bersama, jajaran Pemasyarakatan bersama WBP memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan hujan yang bermanfaat, mencukupi kebutuhan air, serta memberikan keselamatan dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas di lingkungan Pemasyarakatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama, di samping tetap mendorong kesadaran untuk menggunakan air secara bijak serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Menguatkan Nilai Kepedulian dan Pembinaan Kepribadian
Pelaksanaan kegiatan juga memiliki nilai pembinaan bagi WBP. Momentum Shalat Istisqa’ dimanfaatkan untuk menanamkan kesadaran spiritual, kepedulian terhadap lingkungan, serta tanggung jawab sosial.
Dalam khutbahnya, Ustadz H. Damami menyampaikan sejumlah pesan, antara lain pentingnya memperbanyak istighfar dan taubat, meninggalkan perbuatan yang merusak, menjaga lingkungan, tidak melakukan pemborosan air, serta memperbaiki hubungan sosial dengan sesama.
Pesan tersebut menjadi relevan dalam proses pembinaan kepribadian WBP. Masa menjalani pembinaan di Lapas diharapkan dapat menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki perilaku, sehingga WBP memiliki kesiapan yang lebih baik ketika kembali ke keluarga dan lingkungan masyarakat.
Bagian dari Semangat 15 Program Aksi Kementerian Tahun 2026
Kegiatan Shalat Istisqa’ dan Doa Bersama turut mencerminkan semangat pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Tahun 2026, khususnya dalam membangun pelaksanaan tugas Pemasyarakatan yang responsif terhadap kondisi lingkungan, memperkuat kepedulian sosial, serta memberikan pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian WBP.
Pemasyarakatan hadir tidak hanya dalam pelaksanaan tugas pengamanan dan pembinaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap berbagai kondisi yang dapat berdampak pada kehidupan masyarakat, termasuk ancaman kekeringan dan keterbatasan sumber daya air.
Karena itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama di lingkungan Lapas untuk menjaga lingkungan dan menggunakan sumber daya air secara bertanggung jawab.
100 Peserta Ikuti Shalat Istisqa’ dengan Tertib
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengondisian petugas dan WBP menuju lokasi kegiatan. Selanjutnya, Shalat Sunnah Istisqa’ dilaksanakan secara berjamaah dan dilanjutkan dengan khutbah serta Doa Bersama.
Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari 20 petugas dan 80 WBP mengikuti kegiatan dengan tertib. Setelah pelaksanaan ibadah, petugas juga mengarahkan WBP untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan Lapas.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan situasi keamanan serta ketertiban di Lapas Kelas IIB Arga Makmur tetap kondusif.
Pemasyarakatan Terus Menguatkan Kepedulian
Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa’ merupakan bentuk tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sekaligus ikhtiar bersama menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan.
“Shalat Istisqa’ ini merupakan tindak lanjut dari arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sekaligus bentuk kepedulian dan ikhtiar kita bersama dalam menghadapi musim kemarau serta potensi kekeringan di berbagai wilayah. Kita berdoa agar Allah SWT menurunkan hujan yang bermanfaat dan mencukupi kebutuhan masyarakat.”
Menurut Yulian, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh jajaran dan WBP agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam menggunakan dan menjaga ketersediaan air.
“Selain berdoa, kita juga harus melakukan ikhtiar nyata dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghemat penggunaan air, dan membangun kepedulian bersama. Nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi WBP,” tambahnya.
Lapas Arga Makmur berkomitmen untuk terus menindaklanjuti setiap arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui langkah nyata di satuan kerja, sekaligus memastikan pembinaan dan pelayanan Pemasyarakatan tetap berjalan secara profesional, humanis, dan berorientasi pada kemanfaatan.
Sebab, menghadapi musim kemarau bukan hanya tentang menunggu datangnya hujan, tetapi juga tentang membangun kepedulian, menjaga lingkungan, dan melakukan ikhtiar bersama.
