Layanan Berbasis HAM, Rutan Bengkulu Fasilitasi Lamaran Pernikahan Warga Binaan
BENGKULU - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedepankan kemanusiaan bagi warga binaan. Pada hari Senin (3/6) Rutan Bengkulu memfasilitasi prosesi lamaran salah satu warga binaannya. Prosesi yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini, menjadi momen istimewa bagi kedua belah pihak keluarga serta penghuni rutan lainnya.
Karutan Bengkulu, Farizal Antony, melalui Kasubi Pelayanan Tahanan, Chandra Sujana menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Rutan Bengkulu dalam memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk tetap menjalani kehidupan sosial dan emosional yang sehat, meskipun berada di dalam tahanan.
"Kami berupaya untuk menciptakan lingkungan yang mendukung rehabilitasi dan reintegrasi warga binaan ke dalam masyarakat. Fasilitasi prosesi lamaran ini adalah salah satu langkah kami untuk mencapai tujuan tersebut," ujar Chandra.
Acara lamaran tersebut diadakan di aula Rutan Bengkulu dan berlangsung secara sederhana namun tetap memberikan nuansa hangat dan sakral. Kehadiran keluarga kedua belah pihak turut menyemarakkan suasana. Proses lamaran dimulai dengan pembacaan doa bersama, dilanjutkan dengan penyampaian maksud dari pihak keluarga laki-laki untuk melamar pihak perempuan. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat, di bawah pengawasan petugas rutan yang menjaga keamanan dan ketertiban.
Warga binaan yang melangsungkan prosesi lamaran tersebut juga mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas kesempatan yang diberikan oleh pihak rutan. Dimana hal ini menunjukan sikap Rutan Kelas IIB Bengkulu yang sangat memperhatikan aspek kemanusiaan dan kehidupan sosial warga binaan.
"Saya sangat berterima kasih kepada pihak rutan yang telah memberikan izin dan memfasilitasi acara ini. Ini adalah momen yang sangat berarti bagi saya dan keluarga," ujarnya.
Dengan adanya prosesi lamaran ini, Rutan Bengkulu berharap dapat memberikan inspirasi bagi rutan-rutan lain di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan yang lebih humanis kepada warga binaan. Ini adalah langkah kecil namun bermakna dalam upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih baik dan berkeadilan.
