KPI: Menolak Golput untuk Mendukung Keterwakilan Perempuan di Legislatif Pemilu 2019
Wartaprima.com - Jumat (8/3/2019), KPI Wilayah Bengkulu peringati Hari Perempuan Internasional. Dalam rangka "Menolak GolPut Untuk Mendukung Keterwakilan Perempuan di Legislatif pada Pemilu 2019 di Provinsi Bengkulu".
Acara tersebut dihadiri Fatimah Siregar komisioner Bawaslu Bengkulu,Azhar Marwan Pengamat Politik dan Hukum, Ketua KPI Bengkulu serta Trisna Anggraini Caleg perempuan.
Terjadinya indikasi Golput sendiri adalah karena bergesernya paradigma pemilu yang saat ini menerapkan tahapan pemilihan serentak yang berakibat banyaknya masyarakat bakal mengalami kebingungan pada pencoblosan nanti.
“Sosialisasi pada tahapan pemilu sekarang ini memang perlu digencarkan. Apalagi faktor terbesar kedua adalah hoaks di tengah-tengah masyarakat,” Ungkap Azhar Marwan.
"Menekan golput adalah tanggung jawab kita semua. Jangan golput, apabila peserta pemilu mencapai 90% artinya negara lain akan menilai Indonesia adalah negara yang susah dipecah belah dan dengan tingkat demokrasi tinggi,” tegas Patimah Siregar.
Saat ini, keterlibatan perempuan dalam kancah politik juga sangat dinanti guna memberikan kontribusi dalam pembangunan Indonesia. Ditetapkan oleh UU No 2 Tahun 2008 yang mengamanahkan parpol untuk menyertakan keterwakilan perempuan minimal 30 dalam pendirian maupun kepengurusan di tingkat pusat. Angka 30 persen ini didasarkan pada hasil penelitian PBB yang menyatakan bahwa jumlah minimum 30 persen memungkinkan terjadinya suatu perubahan dan membawa dampak pada kualitas keputusan yang diambil dalam lembaga publik.
“Kehadiran perempuan di ranah politik praktis yang dibuktikan dengan keterwakilan perempuan di parlemen menjadi syarat mutlak bagi terciptanya kultur pengambilan kebijakan publik yang ramah dan sensitif pada kepentingan perempuan. Tanpa keterwakilan perempuan di parlemen dalam jumlah yang memadai, kecenderungan untuk menempatkan kepentingan laki-laki sebagai pusat dari pengambilan kebijakan akan sulit dibendung.” Tutur Trisna Anggraini politisi perempuan dari Partai Golkar. (Fs)
