Skip to main content
x
pemkot bengkulu
Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan dan Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Prof Dr Ir Asep Saefudin

UAI Setuju Sematkan Gelar Doktor untuk Wali Kota Bengkulu

Wartaprima.com - Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Prof Dr Ir Asep Saefudin, M.Sc benar-benar terkesan dengan sosok Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan. Bagaimana tidak, seorang kepala daerah yang sibuk dengan urusan pemerintahan, namun sempat memikirkan nasib ummat, khususny dalam usaha memakmurkan masjid.

Salah satunya ide Helmi Hasan mendirikan perguruan tinggi atau Fakultas Manajemen Rumah Ibadah. Pihak praktisi kampus atau ulama sendiri tidak terpikirkan soal ini. “Kami benar-benar kagum. Kami ada Prodi Pendidikan Agama Islam, tapi Al Azhar belum terpikirkan membuka Fakultas Manajemen Masjid dan rumah Iibadah,” ujar Rektor UAI.

Oleh karena itu, UAI sedang mengkaji untuk pemberian gelar doctor honoris causa untuk Wali Kota Bengkulu H Helmi Hasan. Atas pemikiran dan idenya yang memikirkan bagaimana memakmurkan masjid khususnya dan rumah ibadah, maka layak diberi gelar kehormatan. “Kami akan akan dan bahas lebih lanjut,” ujar Rektor usai seminar internasional peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masjid, Selasa (17/12/19).

Dalam seminar internasional ini, Wali Kota Bengkulu sebagai pembicara utama. Kemudian dari Kementerian Agama, Atase Agama Kedubes Malaysia dan Ketua Umum Yayasan Al Azhar. Helmi Hasan menyampaikan, idenya tentang kerisauannya di Indonesia ada 1 juta masjid tapi tidak dikelola layaknya sebuah manajemen yang profesional.

“Ada manajemen perhotelan untuk mengurus hotel. Ada manajemen rumah sakit, ada manajemen industri, ada manajemen produksi. Lalu kenapa tidak ada sekolah manajemen masjid. Kalau lah masjid dikelola dengan ilmu yang diajarkan dalam al quran dan hadist, maka mesjid akan makmur,” ujar Helmi.

Wali Kota juga bercerita bagaimana usaha dakwahnya dalam memakmurkan masjid. Salah satunya dia mengajak agar pengurus masjid berkhidmat. Takmir masjid harus ramah, jangan bermuka masam. Orang ke masjid jadi senang, di masjid harus tersedia makan minum. Masjid harus hidup amalan-amalan masjid. Orang ke masjid, masalahnya selesai.

“Hari ini, orang ke masjid malas. Karena banyak nyamuk, toiletnya bau, pengurusnya suka marah. Sementara di mall bersih, dingin, orangnya ramah. Nah, kita harus ubah masjid jadi tempat menyenangkan. Bersih, takmirnya ramah, wc nya bersih, ada minum teh kopi gratis, ada taklim. Intinya harus dikelola secara profesional. Saya haqul yakin masjid akan rame. Seperti halnya amal masjid nabawi, dakwah illallah, taklim wa taklum, dzikir ibadah, khidmat,” ujar umara yang dekat dengan ulama ini. (Ad/Rd)