Skip to main content
x
rutan

Karutan Bengkulu Pimpin Razia, Rutan Bersih dari Handphone dan Narkoba

Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan. Pada Senin (29/9) malam, Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, memimpin langsung pelaksanaan razia kamar hunian warga binaan. Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR), Ahmad Gunawan, serta melibatkan tim dari Satuan Pengamanan dan staf KPR.

Razia yang digelar pada malam hari ini merupakan bagian dari agenda rutin pengawasan dan penegakan disiplin di dalam rutan. Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah peredaran barang-barang terlarang, khususnya telepon genggam dan narkoba, yang berpotensi mengganggu ketertiban serta merusak proses pembinaan.

Proses razia dilakukan secara menyeluruh di sejumlah blok dan kamar hunian. Petugas memeriksa setiap sudut kamar, mulai dari kasur, lemari, hingga barang-barang pribadi milik warga binaan. Atmosfer razia berjalan dengan kondusif, tanpa adanya perlawanan atau tindakan yang mengganggu jalannya pemeriksaan. Hal ini menunjukkan adanya kerja sama yang baik antara petugas dan warga binaan dalam menciptakan suasana rutan yang aman.

Dari hasil pemeriksaan, tim tidak menemukan adanya barang-barang terlarang seperti handphone, narkoba, maupun benda berbahaya lainnya. Temuan tersebut disambut dengan positif oleh pihak Rutan Bengkulu, karena menunjukkan bahwa tingkat kesadaran warga binaan terhadap aturan yang berlaku semakin meningkat.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras seluruh jajaran yang terlibat dalam razia malam itu. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga sebagai upaya preventif untuk menjaga nama baik institusi pemasyarakatan.

“Razia ini adalah langkah nyata kami dalam mewujudkan Rutan Bengkulu yang bersih dari peredaran barang terlarang. Kami ingin memastikan bahwa warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan aman, tertib, dan sesuai aturan,” ujar Yulian.

Senada dengan itu, Ka.KPR Ahmad Gunawan menambahkan bahwa keterlibatan semua pihak, baik petugas maupun warga binaan, menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Ia menegaskan, meskipun tidak ditemukan barang terlarang, kewaspadaan tidak boleh menurun. Razia mendadak dan pemeriksaan rutin akan tetap dijalankan sebagai langkah antisipasi.

Selain menjaga keamanan, razia juga menjadi sarana evaluasi internal bagi petugas pemasyarakatan. Dengan pemeriksaan rutin, petugas dapat menilai efektivitas pengawasan yang sudah berjalan, sekaligus memperbaiki sistem jika masih ada celah yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.