Lumpuh Menahun, Warga Desa Pungguk Meranti Berharap ada Perhatian dari Pemerintah Kepahiang
Wartaprima.com - miris yang dialami Kakek berumur 63 tahun ( Lukmanudin) yang saat ini hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur sejak beberapa tahun ini, di akibatkan penyakit lumpuh yang dideritanya selama ini, beliau tercatat sebagai salah satu keluarga yang berdomisili di desa Pungguk Meranti yang berjuang untuk kesehatannya serta berharap agar ada perhatian dari pihak pemerintah.Minggu (05/10/2025 ).
Dijelaskan oleh pihak keluarga bahwa Kakek Lukman ini sudah menderita sakit stroke/lumpuh kurang lebih selama 11 tahun ini, dan termasuk keluarga kurang mampu. untuk memenuhi kebutuhan hidup selama ini, Suharyani (62) istrinya rela membanting tulang yang bekerja serabutan yang terkadang mengambil upahan untuk membantu bertani.
Dalam upaya selama ini untuk biaya kontrol dan berobat pasangan paruh baya ini hanya bisa mengandalkan biaya patungan atau gantian dari anak-anaknya, serta beberapa bantuan dari warga sekitar. Seolah luput dari perhatian pemerintah baik desa maupun pemda pasangan ini sama sekali belum mencicipi uluran bantuan ataupun perhatian atas kondisi yang diderita selama ini.
"Sudah berjalan 11 tahun Suami saya menderita sakit stroke/lumpuh dan selama itu pula belum ada sekalipun bantuan dari pihak pemerintah," jelas Suharyani ( Istri).
Kepada team pewarta, Suharyani ( Istri), menyampaikan harapannya agar pihak Pemerintah Daerah dapat memeberikan perhatian untuk sedikit banyaknya membantu meringankan dalam upaya penyembuhan dari penyakit yang diderita suaminya ( Lukman). lantaran hanya bisa berbaring di atas tempat tidur, Suharyani ( istri) beberapa waktu sudah mencoba menabung untuk membelikan kursi roda untuk suami, namun dikarenakan kondisi kebutuhan hidup serta keterbatasan akhirnya saat ini hanya bisa merawat dan menjaganya saja.
"Pernah menabung uang untuk membeli kursi roda, agar bisa suami melihat suasana diluar namun karena kebutuhan ekonomi akhirnya uang tersebut terpakai lagi, ya semoga la pihak pemerintah dapat membantu saya dan suami sedikit banyaknya untuk meringankan," tutup Suharyani sambil meneteskan air mata nya. (JN)
