Skip to main content
x
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Dr. H. Saefudin Latief, M.Si

Peduli Masa Depan Generasi, Kakanwil Kemenag Provinsi Dukung Kebijakan Komdigi Pembatasan Medsos Bagi Anak Dibawah 16 Tahun

Wartaprima.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin Latief, M.Si., menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah terkait pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun fondasi kuat bagi terwujudnya Generasi Emas Indonesia di masa depan.

Dukungan tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan yang tengah disusun oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang menekankan pentingnya perlindungan anak di ruang digital melalui penguatan regulasi, literasi digital, serta pengawasan terhadap platform media sosial. Komdigi mendorong pembatasan akses dan penguatan verifikasi usia guna menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi anak-anak.

Menurut Saefudin Latief, perkembangan teknologi digital membawa peluang sekaligus tantangan besar bagi generasi muda. Di satu sisi, teknologi memberikan akses informasi yang luas, namun di sisi lain juga menghadirkan risiko yang dapat menghambat tumbuh kembang anak jika tidak disikapi dengan bijak.

“Upaya pembatasan ini bukan semata-mata untuk membatasi kebebasan anak, tetapi untuk melindungi mereka agar dapat tumbuh secara optimal. Ini bagian dari investasi jangka panjang dalam menciptakan Generasi Emas Indonesia yang unggul, sehat, dan berkarakter,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa anak-anak di bawah usia 16 tahun masih berada dalam fase penting perkembangan mental, emosional, dan sosial. Paparan berlebihan terhadap media sosial berpotensi memengaruhi pola pikir, perilaku, hingga kesehatan psikologis mereka. Risiko seperti konten negatif, perundungan siber, hingga kecanduan digital menjadi ancaman nyata yang perlu diantisipasi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Generasi Emas tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari kekuatan karakter, kedisiplinan, kemampuan bersosialisasi, serta kesehatan mental yang baik. Oleh karena itu, pembatasan penggunaan media sosial menjadi salah satu langkah preventif untuk memastikan anak-anak dapat fokus pada pendidikan, aktivitas produktif, dan interaksi sosial yang sehat.

“Generasi Emas adalah generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh dan berakhlak. Kita tidak ingin generasi kita kehilangan arah hanya karena tidak siap menghadapi derasnya arus digital,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung kebijakan ini, termasuk kebijakan yang diinisiasi Komdigi. Orang tua diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mengawasi dan membimbing anak dalam penggunaan teknologi, sementara sekolah berperan dalam menanamkan literasi digital serta nilai-nilai karakter.

Sebagai bentuk dukungan konkret, pihak Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu akan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan media sosial yang sehat dan bertanggung jawab. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak.

“Ini adalah tanggung jawab bersama. Jika kita ingin mewujudkan Generasi Emas Indonesia, maka kita harus mulai dari sekarang dengan memastikan anak-anak kita tumbuh di lingkungan yang sehat, termasuk di dunia digital,” tegasnya.

Dengan adanya kebijakan pembatasan ini, serta dukungan regulasi dari Komdigi, diharapkan generasi muda di Kota Bengkulu dapat lebih fokus dalam mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya besar dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang siap menghadapi tantangan global di masa mendatang.

Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu optimistis bahwa melalui sinergi seluruh elemen masyarakat, visi besar menghadirkan Generasi Emas Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi dapat terwujud. (Adv)