Skip to main content
x
Lapas Bengkulu

Pola Hidup Lebih Baik, Pesantren Lapas Bengkulu Bikin Warga Binaan Lebih Religius

Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu siap wujudkan banyak penceramah agama Islam dari kalangan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program pesantren yang ada di Lapas. Tidak hanya baca tulis Al-Quran yang diajarkan di Pesantren Lapas Kelas Bengkulu, namun juga keterampilan berceramah di depan umum. Hal ini untuk mendidik warga binaan yang beragama Islam agar bisa jadi penceramah.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Yuniarto berharap Pesantren yang telah ada di Lapas Kelas IIA Bengkulu ini dapat menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk lebih meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Beliau menyebut salah satu program pesantren yang akan dilaksanakan nantinya adalah Pelatihan Berceramah.

“Setiap hari, 30 menit sebelum shalat zuhur diadakan Program Pelatihan Berceramah. Bagi warga binaan yang berminat, silahkan ikut pelatihan yang diselenggarakan oleh pesantren. Dengan demikian, warga binaan diharapkan nanti setelah bebas bisa menjadi penceramah dengan mengamalkan ilmu yang didapatkan dari Lapas,” tutur Yuniarto. 

Seperti terpantau pada siang hari ini, Selasa (23/01/2024), salah satu warga binaan, Nanang sedang berpraktek ceramah di depan peserta lainnya serta para jamaah Shalat Zuhur di masjid An-Nur Lapas Kelas IIA Bengkulu. Ceramah yang disampaikan dengan judul "Pengertian Namimah, Dosa Besar yang Menimbulkan Keburukan Bagi Umat Muslim". Dalam menyampaikan isi cerah, Nanang menyampaikan secara menggebu-gebu dan dengan baik. 

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Kelas IIA Bengkulu, Fahrennisa juga menyampaikan dengan adanya program pembinaan keagamaan oleh pesantren di Lapas ini,  harapannya agar WBP mampu menyadari kesalahan, memperbaiki diri untuk menjadi warga negara yang baik dan berguna ketika dan setelah menjalani pidana.

"Bagi warga binaan jangan malu untuk belajar berceramah di depan umum. Gunakan kesempatan ini untuk belajar dan berlatih berceramah sebaik mungkin. Semoga semua peserta pelatihan ceramah bisa sukses dan menjadi penceramah agama setelah bebas,” ungkap Fahrennisa.