Rutan Bengkulu Bentuk Warga Binaan Menjadi Santri
BENGKULU - Sebagai bagian dari upaya pembinaan kerohanian untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu menginisiasi sebuah program pembinaan dengan tajuk Pesantren Ramadhan. Program tersebut mencerminkan komitmen yang kuat untuk memberikan ruang bagi pembinaan spiritual dalam suasana yang penuh kedamaian khususnya di bulan suci ramadhan 1445 H.
Karutan Bengkulu, Farizal Antony menjelaskan program ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi sebuah kesempatan berharga bagi WBP untuk mendalami ajaran-ajaran agama dan memperkuat hubungan spiritual mereka. Dalam program ini, para WBP diajak untuk memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam melalui kelas-kelas agama yang dipimpin oleh ustaz dan ulama terkemuka. Materi yang disampaikan meliputi pelajaran-pelajaran tentang aqidah, fiqh, akhlak, dan tafsir Al-Quran. Tidak hanya itu, mereka juga diajak untuk memperdalam praktik ibadah, seperti shalat, puasa, dan dzikir, agar bisa menjalankannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
"Program Pesantren Ramadhan kita tujukan kepada warga binaan untuk menambah wawasan dan pengetahuan keagamaan. Dimana pada kesempatan hari ini alhamdulillah telah hadir langsung Pimpinan Pesantren Darul Iman Al hafidz Ust Hilman Nugraha. Beliau nantinya akan memberikan kajian dengan tema pembekalan bulan suci Ramadhan dengan Al Qur'an," ungkap Farizal.
Didampingi oleh Pembina Kerohanian, Nanang Darmawan, kegiatan Pesantren Ramadhan juga diisi dengan tadarus Al-Qur'an. Dengan terselenggaranya program Pesantren Ramadhan ini, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu telah menunjukkan bahwa pembinaan kerohanian bukanlah sekadar slogan, tetapi sebuah komitmen nyata untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan spiritual bagi semua pihak yang terlibat.
"Tentunya kita berharap semoga program ini tidak hanya menjadi momentum di bulan suci Ramadhan, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan panjang menuju kesempurnaan diri bagi para WBP dan semua yang terlibat di dalamnya," pungkas Farizal.
