Skip to main content
x
hukum
tersangka pembunuhan bayi dibekuk polisi

Terungakap ! Inilah Alasan Ayah Kandung Bunuh Bayi 3 Bulan

Bengkulu Utara, Wartaprima.com - Terungkap inilah alasan HS (26) warga Desa Meok Kecamatan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara menganiaya anak kandungnya yang masih berumur 3 bulan hingga meninggal. 

Setelah Kapolres Bengkulu Utara menetapkan HS (26) tersangka, motifnya membunuhpun akhirnya terkuak. Diterangkan HS (26) kepada pihak penegak hukum ia melakukan hal keji tersebut lantaran, kesal dengan ulah istri Sri Maria dan sebelum melakukan hal itu juga sempat ribut besar dengan sang istri. Pasalnya, Maria mengalami penyakit hiperseks. Dimana hiperseks merupakan kondisi dimana seseorang terlalu sering melakukan aktivitas seksual, atau tiba-tiba aktivitas atau hasrat seksual meningkat drastis. 

Kualahan dengan penyakit sang istri, anaknya yang masih berusia 3 bulan tersebut akhirnya menjadi sasarannya. Karenanya, sebelum kejadian HS(26) pulang dari kerja mendapati anaknya yang sedang menangis dan dibiarkan oleh sang istri. Melihat anaknya menangis, HS (26) menyampaikan kepada istri untuk segera membujuk anaknya agar tidak menangis lagi. Namun, sang istri balik timbal dan mengatakan biarlah anak kita menangis, ayo kita berhubungan badan. Karena kesal dengan penyakit dan ulah sang istri,  bayi lucu itupun menjadi korbannya, ia harus meninggal ditangan ayahnya. 

Untuk diketahui, riwayat pernikahan HS(26) dan Sri Maria yang ternyata tuna rungu tersebut dikarenakan tertangkap oleh warga saat melakukan hal yang diduga melanggar asusila, adat dan agama. Karena ulah yang tidak senonoh tersebut, akhirnya warga memutuskan untuk menikahkan mereka. Lahirnya buah hati bukan menambah harmonisnya keluarga HS (26) dan Sri, namun malah memperkeruh suasana, dan akhirnya keributan menjadi santapan mereka sehari-hari. Ditambah dengan tindakan sang istri yang kasar jika tidak dilayani untuk berhubungan intim juga membuat HS (26) merasa kesal dan kualahan dan akhirnya kekesalan tersebut berujung dengan menganiaya dan membunuh bayinya sendiri. [Nn]