Skip to main content
x
Walikota Bengkulu Memakai Batik Buatan Warga Binaan Lapas Perempuan Bengkulu

Walikota Bengkulu Helmi Hasan Ajak Pakai Batik Buatan Warga Binaan Lapas Perempuan

Kota Bengkulu - Beredar video viral, dimana Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE memakai baju batik yang dibuat oleh warga binaan lapas perempuan bengkulu. Walikota mengatakaan, produk lokal batik yang dibuat oleh warga binaan lapas perempuan bengkulu tidak kalah dengan produk buatan luar daerah. Sembari memakai baju batik berwarna orange itu, Helmi memuji hasil karya warga binaan.

"Batiknya, Oh batik ini dibuat dari warga binaan lapas perempuan bengkulu. Coba lihat kombinasi warna nya cantik, dan motifnya juga luar biasa. Dipakai enak nyaman untuk resmi maupun tidak resmi," ujar Walikota.

Helmi juga mengatakan, harga yang dijual batik itu sangat terjangkau namun kualitas terbaik didunia. 

"Harganya insyallah terjangkau. Kualitasnya terbaik dunia dan harga nya termurah didunia," tandas Helmi Hasan.

Walikota juga mengajak, agar masyarakat juga mendukung hasil produk usaha yang dipasarkan di Lapas Perempuan Bengkulu seperti batik ini. 

Kalapas Perempuan Bengkulu Gayatri RR mengatakan, saat ini pihaknya sudah memiliki lima corak atau motif batik yang memiliki hak cipta. Bukan hanya motif Bunga Raflesia, namun menariknya beberapa motif diambil dari kearifan lokal dan keindahan alam yang ada di Provinsi Bengkulu.

"Target nya batik ini akan ditingkatkan kualitas dan kuatintasnya. Dapat dikenal ada juga batik ada corak sendiri, karena sudah ada lima hak cipta diambil dari kearifan lokal. Bukan hanya bunga raflesia, ada juga batik Pusaka Ibu Negeri itu tentang isi perabotan yang ada di Rumah ibu Fatmawati, sawit lestari karena bengkulu banyak sekali industri sawit kemudian ada liku sembilan ini tentang keindahan alam. Telong telong juga ada. Untuk bahan nya sendiri bukan hanya dari pewarna sintetis, ada juga dari bahan non kimia. Sehingga banyak sekali nantinya akan kita tampilkan," kata Gayatri. 

Inovasi pembinaan khususnya dalam membatik ini baru terlaksana di Provinsi Bengkulu. Gayatri berharap, dengan kegiatan ini warga binaan tidak kembali melakukan kesalahan kembali karena telah dibekali dari bengkel kerja membatik ini.

"Memang untuk pertama kali baru di Bengkulu, tetapi di daerah lain juga ada batik yang menampilkan kearifan lokal nya. Harapan kita bersama, mereka (warga binaan.red) akan lebih produktif dapat menerapkan ilmu nya saat usai menjalani hukuman. Saat bebas nanti dapat lebih meningkatkan kemandirian kerja," sampainya.