Skip to main content
x
kanwil

Kolaborasi Pusat dan Daerah, Kanwil Ditjenpas Bengkulu Bahas Peningkatan Layanan dan Pemanfaatan Lahan untuk Ketahanan Pangan

Rejang Lebong, 26 September 2025 — Komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan pemasyarakatan sekaligus mendorong ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui sinergi antara pusat dan daerah. Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut ditunjukkan melalui kegiatan audiensi dan peninjauan lahan yang dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Bengkulu, Haposan Silalahi, bersama Kepala Kantor Wilayah Imigrasi, Victor Manurung, dan Kabag Tata Usaha Kanwil Ditjenpas Bengkulu, Tri Purnomo, di Kabupaten Rejang Lebong, Jumat (26/9).

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Bupati Rejang Lebong dan turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi XIII, SN. Santana Putra Sohe, Bupati Rejang Lebong, H. Muhammad Fikri Thobari, serta jajaran instansi vertikal dan perangkat daerah.

Audiensi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB membahas sejumlah agenda penting, di antaranya rencana pembangunan Unit Kerja Kantor (UKK) Imigrasi di wilayah Rejang Lebong, rencana pembangunan lapas, pemanfaatan lahan pertanian untuk program ketahanan pangan, serta peningkatan sistem keamanan dan teknologi informasi di lingkungan pemasyarakatan, termasuk wacana pembangunan Command Centre.

Dalam kesempatan tersebut, SN. Santana Putra Sohe menyampaikan apresiasi terhadap rencana yang telah disusun dan menyatakan dukungan penuh dari Komisi XIII DPR RI. Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat ribuan hektare lahan yang telah digarap bersama TNI dan siap dikembangkan lebih lanjut, termasuk di Kabupaten Rejang Lebong, sebagai bagian dari target nasional cetak sawah.

Bupati Rejang Lebong, H. Muhammad Fikri Thobari, menyambut baik kolaborasi antara pusat dan daerah ini. Pemerintah daerah, menurutnya, siap mendukung penyediaan lahan sesuai kebutuhan untuk pembangunan sarana dan program-program strategis yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Bengkulu, Haposan Silalahi, menegaskan komitmennya dalam mengembangkan program pembinaan berbasis pertanian. Ia menyampaikan bahwa lahan yang direncanakan akan dimanfaatkan terlebih dahulu untuk kegiatan pertanian produktif, selaras dengan tujuan ketahanan pangan, sebelum nantinya dikembangkan lebih lanjut sebagai fasilitas pemasyarakatan.