Skip to main content
x
Rutan bengkulu

Rutan Bengkulu Gelar Skrining dan Pencegahan TBC

KOTA BENGKULU - Dalam upaya pencegahan penularan Tuberculosis (TBC) terhadap warga binaan, Selasa (12/9) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu secara resmi membuka kegiatan Active Case Finding (ACF) atau Penemuan Kasus TBC Secara Aktif. Kegiatan yang merupakan program dari Dirktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) tersebut dibuka langsung oleh Plt.Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu yang diwakili oleh Kabid Pelayanan Tahanan, Alfonsus Wisnu Ardianto didampingi oleh Kepala Rutan, Farizal Antony serta dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota yang diwakili oleh, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Sri Martiana, Kepala Puskesmas Pasar Ikan yang diwakili oleh dr.Ricky beserta tamu undangan lainnya.

Membuka kegiatan tersebut, Alfonsus menyampaikan apresiasinya kepada Rutan Kelas IIB Bengkulu selaku pihak pelaksana yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Apresiasi juga diberikan kepada Dinas Kesehatan Kota beserta pihak Puskesmas Pasar Ikan selaku pendamping kegiatan. Alfonsus berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar sehingga dapat membantu dalam mengantisipasi penyebaran TBC pada warga binaan.

"Terima kasih kami ucapkan kepada Rutan Kelas IIB Bengkulu yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Seperti kita ketahui kegiatan ini dimaksudkan untuk mengantisiapi penyebaran dan penularan TBC pada warga binaan. Apresiasi juga kami sampaikan kepada Dinas Kesehatan Kota dan Puskesmas Pasar Ikan atas partisipasinya dalam kegiatan ini," ujar Alfonsus.

Sementara itu, dalam sambutannya, Farizal menjelaskan bahwa kegiatan ACF ini dijadwalkan akan dilaksanakan selama empat hari. Dimana bentuk kegiatan yang dilaksanakan meliputi kegiatan Skrining Gejala, Skrining Chest X-ray dan pemeriksaan Tes Cepat Molekuer (TCM). Sebagaimana yang telah ditentukan, lanjut Farizal, kegiatan ini ditargetkan akan dilakukan kepada 634 warga binaan Rutan Kelas IIB Bengkulu. Untuk itu Farizal juga menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Kesehatan Kota dan Puskesmas Pasar Ikan yang ikut terlibat langsung dalam kegiatan.

"Tentu kita sangat mengapresiasi respon positif dari Dinas Kesehatan Kota maupun Puskesmas Pasar Ikan yang turut hadir dalam kegiatan ini. Ini merupakan salah satu bentuk nyata adanya sinergi antara instansi. Melalui peran aktif ini kita berharap dapat membantu dalam mengatasi dan mengantisipasi penularan TBC pada warga binaan. Dimana kegiatan ini ditargetkan pada 634 warga binaan dan direncanakan berlangsung selama empat hari," ujar Farizal.

Lebih lanjut Farizal juga menyampaikan, Rutan Kelas IIB Bengkulu terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan prima pada warga binaan termasuk dalam pelayanan kesehatan. Sebagai bentuk komitmen tersebut, menurut Farizal saat ini Rutan Kelas IIB Bengkulu sedang mengupayakan izin klinik pratama yang nantinya diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga binaan.

"Untuk diketahui saat ini Rutan Kelas IIB Bengkulu terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Salah satunya dengan melakukan pembangunan gedung poliklinik yang saat ini sedang berlangsung dan ditargetkan selesai akhir tahun ini. Tentu kita berharap nantinya gedung poliklinik ini dapat mengantongi izin klinik pratama sehingga dapat mempermudah petugas medis dalam memberikan layanan kesehatan pada warga binaan," ungkap Farizal.

Dilain pihak, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Sri Martaina mengaku antusias dengan adanya program ACF TBC tersebut. Dengan adanya program ini dapat membantu Dinas Kesehatan Kota dalam mengidentifikasi dan menangani kasus TBC di Kota Bengkulu. Selain itu Sri Martina juga memberikan respon positif atas rencana Rutan Kelas IIB Bengkulu dalam mewujudkan Klinik Pratama Berizin. 

"Tentu kita sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memang pengetasan kasus TBC di Kota Bengkulu juga merupakan program yang kami bidangi. Dimana saat ini jumlah kasus TBC tertinggi ada di Sumber Jaya. Untuk itu kami turut antusias dengan adanya program ACF ini, nantinya kami akan membantu dalam pelaksanaan Tes Cepat Molekuer (TCM). Selain itu terkait rencana rutan dalam membangun Klinik Pratama Berizin tentu kami menyambut baik rencana tersebut mengingat hal ini sangat bermanfaat bagi warga binaan yang sebagian juga merupakan warga Kota Bengkulu," ujar Sri Martiana.