Membangun Bumi Laworo Menggapai Masa Depan Melalui TMMD 123 Kodim 1416/Muna

Muna Barat-- Seorang Lelaki yang berbadan tegap, berpakaian loreng terlihat berdiri dengan sorot mata yang tajam. Terik mentari tepat di atas kepala panas menyengat seolah tidak dipedulikan.
Keringat pun terlihat mengalir deras, membasahi baju loreng yang dipakai. Namun, kondisi itu tak membuatnya bergeming. Dia masih setia berdiri tepat demi pembangunan berkelanjutan . Setiap sorot matanya mencari titik-titik kesalahan yang bisa membuatnya ragu atas pekerjaan pembuatan gedung sekolah dan Jalan Usaha Tani di Desa yang berbeda itu.
Seketika lelaki itu mengembangkan senyuman. Makin lama semakin melebar, menandakan rasa puas atas pekerjaan itu. Dialah Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang ke-123 Kodim 1416/Muna Letkol Inf Gilles R.B Hogendorp, S.I.P.
Pria berpangkat melati dua di pundak itu tiba-tiba bergeser, melangkahkan kaki cepat mendekat ke prajuritnya yang bekerja di Pembuatan Gedung Sekolah, Jalan Usaha Tani itu. Ia melihat, prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TMMD 123 terlihat kelelahan. Seketika nuraninya terketuk untuk meminta istirahat sejenak. “Istirahat dulu!," perintah pria yang juga menjabat sebagai Komandan Kodim 1416/Muna ini.
“Istirahat dulu, makan dan minum. Badan kalian harus tetap sehat. Masih banyak pekerjaan yang menanti, jadi jaga kesehatan, Ayo istirahat,”perintahnya lagi. Dan langsung dijawab kompak,“Siap komandan!” Lalu seketika para Prajurit TNI itu menghentikan pekerjaanya.
Kehadiran Sang Komandan, menyulut semangat para prajurit untuk segera menuntaskan pengerjaan Gedung Sekolah di Desa Momuntu, Jalan Usaha Tani di Desa Mekar Jaya dan Jalan Usaha Tani di Desa Waulai, Kabupaten Muna Barat yang telah lama didambakan oleh warga. Beratnya medan menjadi perhatian Letkol Gilles, namun semangat para prajurit TNI tidak akan pernah luntur
Demi menjaga stamina prajuritnya, dia berusaha membagi pekerjaan dalam tiga shift, yakni pagi dari pukul 07.00-12.00 WITA dan siang dari pukul 13.00-18.00 WITA, dan saat bulan ramadhan pekerjaan dimulai dari jam 08.00- 11.00 WITA dan dilanjutkan pada jam 13,00-15.00 WITA. “Beruntung, masyarakat membantu pekerjaan Satgas. Setiap hari masyarakat sekitar bergiliran membantu tanpa kita minta. Alhamdulillah,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Letkol Gilles lantas menyebut, ada tiga aspek yang menjadi dasar terpilih sebagai sasaran TMMD yang ke-123 Kodim 1416/Muna, yakni aspek aspiratif, skala prioritas dan strategis. "Dari aspek aspiratif, pembukaan akses jalan usaha tani dan pembangunan gedung sekolah tersebut sebenarnya sudah sejak lama diharapkan oleh masyarakat setempat," katanya.
Sedangkan dari aspek prioritas, yaitu sasaran fisik TMMD membuka akses bagi masyarakat desa, apabila ke kebun harus memutar hingga 2 kilometer. "Pembukaan akses jalan usaha tani dan pembangunan gedung sekolah ini sangat strategis, dimana selain mempermudah akses warga untuk ke kebun juga menyelamatkan warga dari banjir apabila musim penghujan turun,"terang Letkol Inf Gilles R.B Hogendorp.
Sementara itu, ditempat terpisah, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Windiyatno menyampaikan bahwa Kodam XIV/Hasanuddin melaksanakan kegiatan TMMD yang ke-123 merupakan salah satu wujud pengabdian TNI kepada masyarakat dan sekaligus ini sebagai konsen pimpinan baik dari Panglima TNI dan dari KASAD tentang bagaimana keberadaan TNI.
Dimana TNI harus mampu membantu masyarakat memberikan solusi bahkan bersinergi dengan pemerintah Daerah dan komponen masyarakat yang lain di wilayah untuk sama-sama mengatasi permasalahan di wilayah
Selain itu Pangdam juga menyampaikan bahwa pada saat ini Kodam XIV/Hasanuddin menggelar empat sasaran TMMD yang ke-123 yaitu di Kodim 1410/Bantaeng, Kodim 1420/Sidrap, Kodim 1427/Pasang Kayu dan Kodim 1416/Muna. Empat wilayah ini sudah mewadahi Korem yang ada di wilayah nya.
"Saya sebagai Panglima XIV Hasanuddin mengucakan terimakasih terhadap seluruh pihak yang berpartisipasi dalam pelaksanaan TMMD yang ke-123 ini, harapannya TNI dan Pemda serta seluruh komponen masyarakat terus bekerjasama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pembangunan dalam program TMMD,"ujarnya.
“Tidak kalah penting bagaimana terjadinya kemanunggalan yang hakiki antara TNI dengan rakyat, ini juga dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional. Hal ini merupakan Implementasi dari UU TNI Nomor 34 Tahun 2004. Intinya bagaimana wilayah ini kuat sejahtera dan NKRI menjadi kokoh dan kuat,"ujar Pangdam.
Danrem 143/HO Brigjen TNI R Wahyu Sugiarto, S.I.P., M.Han, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan TMMD yang ke-123 Kodim 1416/Muna yang dapat diselesaikan tepat waktu dan berhasil memenuhi target fisik yang telah direncanakan. "Kita ketahui bahwa tujuan dari TMMD adalah membantu memperlancar distribusi logistik, meningkatkan perekonomian kualitas sumber daya manusia dan pembangunan sekolah merupakan contoh wujud implementasi dari program TMMD. Harapannya dengan adanya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah bisa berkesinambungan. Selain itu, program ini bisa menjadi stimulan untuk pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas infrastruktur dan perekonomian daerah"jelasnya.
Dilain pihak Bupati Muna Barat La Ode Darwin bersama wakil Bupati Muna Barat Drs. Ali Basah sangat mengapresiasi program TMMD yang ke-123 Kodim 1416/Muna dan memilih Kabupaten Muna Barat sebagai salah tempat pelaksanaan program tersebut. Bupati Muna Barat mewakili pemerintah daerah berharap kegiatan TMMD yang ke-123 dapat terus berlanjut sehingga mampu menggerakkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
"Kami atas nama pemerintah daerah Kabupaten Muna Barat memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas pelaksanaan kegiatan TMMD di Kabupaten Muna Barat. Semoga kegiatan ini akan terus berlanjut dan bisa memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan di Kabupaten Muna Barat ini”.
"Kegiatan TMMD di Kabupaten Muna Barat yang telah terlaksana sangat memberikan kontribusi yang positif terhadap pembangunan di Kabupaten Muna Barat, terutama dalam perbaikan infrastruktur dan peningkatan kejahteran ekonomi masyarakat. Insya Allah ke depan pemerintah daerah Kabupaten Muna Barat akan terus bersinergi dengan pihak TNI, Angkatan Darat, agar pelaksanaan kegiatan TMMD akan terus berlanjut untuk Muna Barat yang lebih baik."terangnya.

Semangat para prajurit TNI dalam menjalankan tugas kemanunggalan mendapat apresiasi dari masyarakat. Mereka merasa Keberadaan TMMD sangat membantu masyarakat. "Keberadaan TMMD sangat membantu kita, apa yang sebelumnya tidak mungkin menjadi mungkin. Kita biasanya harus berputar 2 km, memutar untuk pergi ke kebun. Sekarang dengan adanya jalan Usaha Tani kami para petani tidak jauh lagi memutar untuk ke kebun,”Ungkap salah satu Warga, Sumarno
Senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Mekar Jaya La Ode Safari mengapresiasi kolaborasi antara TNI dan warga untuk mensukseskan TMMD yang ke-123 tahun 2025. “Kami sangat bersyukur dengan program ini. Kami yakin program TMMD memberikan manfaat yang banyak sekali bagi masyarakat. Diantaranya memudahkan mengangkut hasil pertanian maupun perkebunan” ujarnya.
Sasaran fisik dan Non fisik
Untuk sasaran fisik terdiri dari pembuatan gedung sekolah SDN 05 Tiworo Tengah di Desa Momontu, Jalan Usaha Tani di Desa Mekar Jaya dan Jalan Usaha Tani di Desa Waulai. Sedangkan sasaran non-fisik diantaranya sosialisasi KB Kes, sosialisasi Bela Negara, Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Sosialisasi Pertanian, Sosialisasi Peternakan dan Sosialisasi Bahaya Narkoba
Dampak Positif dari Program TMMD yang ke-123
1. Pembukaan Jalan Usaha Tani di Desa Mekar Jaya dan Desa Waulai untuk mengatasi masalah warga setempat yang sebagaian besar bekerja sebagai petani. Sehingga jalan usaha tani ini menjadi hal utama untuk memperlancar kegiatan pertanian dan secara tidak langsung membantu perekonomian di Desa Mekar Jaya dan Desa Waulai.
2. Pembangunan gedung sekolah SDN 05 Tiworo Tengah yang menghadapi tantangan besar dalam proses belajar mengajar akibat kekurangan ruang kelas. Oleh karena itu, pihak sekolah berharap dilakukan pembangunan gedung sekolah melalui program TMMD yang ke-123 tahun 2025 oleh Kodim 1416/Muna.
3. Sosialisasi KB dan kesehatan dimana kegiatan ini bersinergi dengan program pemerintah untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat maupun persoalan kependudukan dan Keluarga berencana. Dimana pemerintah berharap setiap anak harus mendapatkan hak-haknya, tidak mengalami diskriminasi dalam segala hal serta memperoleh pendidikan yang cukup sehingga kelak menjadi orang yang memiliki daya saing, sejahtera dan bermartabat.
4. Kemudian kegiatan sosialisasi Wawasan Bela Negara. Dimana sosialisasi ini untuk menyiapkan generasi muda yang tangguh dan tidak terjebak oleh hal-hal yang dapat membahayakan dirinya Dengan seiring perkembangan teknologi yang semakin maju pesat. Para pemuda harus mampu berkopetensi dapat memilih memilah mana yang baik dan buruk sehingga para pemuda tidak tergerus oleh jamannya. Bela Negara tidak identik harus memanggul senjata atau militeriam, berprestasi seperti di sekolah tetapi generasi muda harus memiliki nilai-nilai dasar dalam pembinaan kesadaran bela negara seperti cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta kemampuan bela negara.
5. Sosialisasi wawasan kebangsaan (wasbang) dimana sosialisasi ini merupakan salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menangkal radikalisme. Ini dilakukan untuk menghadapi pesatnya perkembangan globalisasi dan media sosial yang dapat membawa masyarakat kearah fragmentasi dan kohesi melalui penyebaran narasi - narasi yang mengandung paham radikalisme, ujaran kebencian, provokasi, fitnah serta hoax sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif.
6. Kegiatan berikutnya adalah Sosialisasi Peternakan dimana peternakan mempunyai peranan yang penting dalam pembangunan. Ada 4 hal strategis yaitu Peternakan untuk menyediakan pangan terutama untuk memenuhi kebutuhan rakyat akan protein hewani, Peternakan untuk sumber pendapatan dan kesempatan kerja, Peternakan untuk usaha pertanian yang berkelanjutan dan perbaikan lingkungan hidup, dan Peternakan untuk pengentasan masyarakat dari kemiskinan.
7. Sosialisasi Pertanian dilaksanakan sebagai proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai uapaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
8. Terakhir sosialisasi Bahaya Narkoba bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para remaja tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan dampak buruk yang dapat ditimbulkan serta meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya dalam menentukan masa depan bangsa Indonesia. Nakoba akhir-akhir ini telah banyak memakan korban khususnya para remaja yang sangat mengkhawatirkan masyarakat. Oleh sebab itu, upaya penyelamatan generasi muda perlu dilakukan untuk mencegah meluasnya peredaran narkoba di kalangan generasi muda khususnya di kalangan remaja.
