Skip to main content
x
rutan

Wujudkan Ketahanan Pangan, Rutan Bengkulu Siap Sukseskan Gerakan Tanam Kelapa

Bengkulu – Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Bengkulu, Yulian Fernando, bersama jajaran mengikuti Zoom Meeting arahan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Mashudi, pada Kamis (4/9). 

Dalam arahannya, Mashudi menekankan dua agenda utama yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Indonesia. Pertama, kesiapan dalam mendukung kegiatan penanaman kelapa serentak yang akan segera dilaksanakan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional. Kedua, penguatan sistem lelang vendor BAMA dengan memberikan ruang lebih luas kepada pelaku usaha lokal agar dapat berpartisipasi aktif.

Mashudi menyampaikan bahwa penanaman kelapa secara serentak bukan sekadar program simbolis, melainkan langkah nyata yang diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap kemandirian pangan. Ia meminta seluruh jajaran pemasyarakatan untuk menyiapkan lahan, tenaga kerja, serta sarana pendukung agar kegiatan tersebut berjalan optimal. 

Kegiatan yang rencananya akan dipusatkan di Nusakambangan ini nantinya akan diikuti juga oleh jajaran imigrasi dan juga oleh stakholder atau instansi terkait. Tak hanya dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan namun akan di hadiri oleh staf kepresidenan, Menteri dan Pejabat Tinggi Negara.
Untuk itu Mashudi menginstruksikan kepada seluruh Kakanwil dan Ka UPT Pemasyarakatan untuk segera menyiapkan segala sesuatu hal yang di perlukan.

“Saya ajak kepada seluruh Kakanwil pemasyarakatan dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan segera melakukan audiensi kepada forkopimda agar mengkoordinasikan kegiatan penanaman pohon, mempersiapkan sarana prasarana maupun administrasi demi kelancaran terlaksananya penanaman pohon kelapa di mana tiap Kantor wilayah akan menanam 5000 pohon”, terang Dirjen Pas.

Selain fokus pada aspek ketahanan pangan, Mashudi juga menyoroti pentingnya penguatan mekanisme lelang vendor BAMA di lingkungan Lapas dan Rutan. Ia menegaskan bahwa proses pengadaan bahan makanan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta memberikan peluang yang adil bagi pengusaha lokal untuk ikut serta.

“Pelibatan pelaku usaha lokal dalam lelang vendor BAMA merupakan bentuk nyata pemberdayaan ekonomi daerah. Dengan memberi kesempatan lebih luas, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan internal pemasyarakatan, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” jelas Mashudi.

Menanggapi arahan tersebut, Karutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti instruksi Dirjen PAS. Pihaknya akan memastikan seluruh persiapan teknis, baik terkait lahan untuk penanaman kelapa maupun mekanisme lelang vendor BAMA, dapat berjalan sesuai ketentuan. 

“Kami siap mendukung penuh program ini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegas Yulian.

Dengan adanya arahan langsung dari Dirjen PAS, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan, khususnya di wilayah Bengkulu, mampu melaksanakan program dengan penuh tanggung jawab. Melalui langkah konkret ini, lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan bagi warga binaan, tetapi juga turut berperan aktif dalam mendukung pembangunan nasional, baik di sektor pangan maupun ekonomi.