Kemenag Bengkulu Beri Tausiah, Warga Binaan Rutan Mantapkan Keimanan
BENGKULU – Kegiatan pembinaan kerohanian kembali digelar di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bengkulu Rabu (17/9). Bertempat di Masjid At-Taubah, warga binaan mengikuti bimbingan rohani yang disampaikan oleh Pembina Kerohanian Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu, Ibu Mulya.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Mulya hadir memberikan tausiah sekaligus motivasi bagi warga binaan agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia menekankan pentingnya keimanan dan ketakwaan sebagai benteng dalam menghadapi ujian hidup, termasuk masa pidana yang tengah dijalani.
“Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Namun, Allah selalu membuka pintu ampunan. Yang terpenting adalah kemauan untuk berubah, bertaubat, dan tidak mengulangi kesalahan,” ujarnya di hadapan puluhan warga binaan yang mengikuti kegiatan dengan khusyuk.
Acara bimbingan ini turut didampingi oleh Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelayanan Tahanan Rutan Bengkulu, Rafi Rizaldi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan kerohanian menjadi salah satu program prioritas dalam pembinaan warga binaan. Menurutnya, pembinaan spiritual tidak kalah penting dibandingkan pembinaan keterampilan dan sosial.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin warga binaan memiliki bekal mental dan spiritual yang kuat. Dengan begitu, mereka bisa mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat dengan lebih baik,” kata Rafi.
Bimbingan rohani di Rutan Bengkulu rutin digelar bekerja sama dengan Kementerian Agama dan tokoh agama setempat. Program ini selaras dengan visi pemasyarakatan yang menekankan aspek pembinaan, bukan semata hukuman. Rutan diharapkan tidak hanya menjadi tempat menahan pelaku pelanggaran hukum, tetapi juga wadah yang memberi kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri.
Di akhir acara, Rafi Rizaldi menegaskan komitmen pihak Rutan Bengkulu untuk terus menyelenggarakan program serupa. “Kami berupaya menghadirkan kegiatan positif secara berkelanjutan. Harapan kami, pembinaan kerohanian dapat memperkuat keimanan warga binaan sekaligus membentuk karakter yang religius,” katanya.
