Skip to main content
x
Penanganan stunting ini akan melibatkan seluruh elemen, selain OPD, pemerintah desa juga harus berperan menekan angka prevalensi,"

Pemkab Kepahiang Minta Desa Ikut Tangani Persoalan Stunting

Warta Prima.com - Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kepahiang melaksanakan rembuk yang menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pemerintah Desa, dalam hal ini sebagai upaya untuk menekan angka stunting. Saat ini angka prevalensi stunting Kabupaten Kepahiang mencapai 22, 9 persen, Ketua TP2S Wakil Bupati H. Zurdinata, S.Ip menjelaskan tahun 2022 ini menargetkan penurunan angka 19, 52 persen, tahun 2023 16,29 persen dan pada tahun 2024 13,1 persen.

"Penanganan stunting ini akan melibatkan seluruh elemen, selain OPD, pemerintah desa juga harus berperan menekan angka prevalensi," tegas Zurdinata.

Rembuk stunting yang dilaksanakan, dijelaskan Zurdinata dilaksanakan sebagai tindaklanjut agar menghasilkan langkah-langkah strategis sebagai upaya penanganan dan pencegahan. Terlebih saat ini sebanyak 1.542 keluarga yang berisiko stunting, data ini menjadi penilai dan gerakan TP2S untuk melakukan pendampingan,

"Rembuk stunting ini menghasilkan komitmen bersama untuk melakukan penanganan dan pencegahan terhadap keluarga yang berisiko stunting," ujar Zurdinata.