Skip to main content
x
Rapat Pengelolaan Limbah Medis Guna Meningkatkan Lingkungan Yang Sehat dan Bersih di Rutan Bengkulu

Rapat Pengelolaan Limbah Medis Guna Meningkatkan Lingkungan Yang Sehat dan Bersih di Rutan Bengkulu

BENGKULU - Kasubsi Yantah Rutan Kelas IIB Bengkulu, Rafi Rizaldi, menyampaikan rencana perjanjian kerja sama terkait pengolahan limbah medis di Rutan Bengkulu kepada Kepala Rutan (Karutan), Yulian Fernando. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (10/9) tersebut, Rafi menjelaskan pentingnya pengelolaan limbah medis yang aman dan sesuai dengan standar kesehatan serta lingkungan. Ia menegaskan bahwa limbah medis yang dihasilkan oleh layanan kesehatan di rutan, seperti klinik, perlu dikelola dengan baik agar tidak membahayakan penghuni rutan, petugas, maupun lingkungan sekitar.

Rafi menekankan bahwa perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga, khususnya perusahaan yang memiliki izin pengelolaan limbah medis, adalah langkah strategis yang harus diambil. Pengolahan limbah medis yang tepat tidak hanya akan menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di dalam rutan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya untuk mencapai predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang sedang diupayakan oleh Rutan Bengkulu.

Dalam paparan yang disampaikan, Rafi juga memaparkan beberapa alternatif perusahaan pengelola limbah medis yang telah diajak komunikasi sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa proses pemilihan mitra kerja sama ini harus dilakukan dengan hati-hati, mengingat pentingnya aspek legalitas dan kredibilitas perusahaan dalam menangani limbah berbahaya.

Menanggapi hal tersebut, Karutan Yulian Fernando memberikan apresiasi atas inisiatif yang diambil oleh Kasubsi Yantah dalam menyusun rencana kerja sama ini. Yulian menegaskan bahwa pengelolaan limbah medis yang tepat merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang harus diberikan oleh rutan, khususnya dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan para warga binaan. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mempelajari lebih lanjut rencana perjanjian kerja sama tersebut dan memastikan bahwa semua prosedur yang diperlukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Pengolahan limbah medis menjadi hal yang sangat penting, terutama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan rutan. Kita juga ingin memastikan bahwa limbah yang dihasilkan, khususnya dari klinik kesehatan, ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi penghuni rutan dan petugas," ujar Yulian.

Yulian juga menekankan bahwa pengelolaan limbah medis harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel, sehingga tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesehatan, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi. Ia berharap rencana ini dapat segera direalisasikan dan memberi dampak positif bagi operasional Rutan Bengkulu secara keseluruhan.

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam upaya Rutan Bengkulu untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pengelolaan lingkungan di dalam rutan. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pengolahan limbah medis dapat berjalan sesuai standar dan memberikan dampak positif, baik bagi penghuni rutan maupun masyarakat sekitar.