Rutan Bengkulu Laksanakan Skrining Gejala Penularan TBC ke Warga Binaan
BENGKULU - Dalam rangka mengantisipasi penularan Tuberculosis (TBC) pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu, Selasa (5/9) Tim Medis Rutan Bengkulu menggelar kegiatan skrining gejala TBC. Perawat Ahli Muda, Pero Perdana menjelaskan kegiatan skrining tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan awal sebelum dilaksanakannya kegiatan Active Case Finding (ACF) terkait pengendalian penularan TBC yang rencananya akan digelar pada 12 September mendatang yang rencananya akan dilaksanakan langsung oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di seluruh UPT Pemasyarakatan si Indonesia.
"Rencananya pada 12 September mendatang tim dari Dirjenpas akan menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF)kepada 206.330 Tahanan/Narapidana/Anak/Anak Binaan di 374 Lapas/Rutan pada 33 Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM termasuk salah satunya di Rutan Kelas IIB Bengkulu. Untuk mempersiapkan hal tersebut, hari ini kita mulai melakukan skring awal melalui wawancara terkait gejala-gejala TBC yang mungkin dialami oleh para WBP," ungkap Pero.
Lebih lanjut Pero juga menjelaskan, berdasarkan pedoman dari Dirjenpas, kegiatan ACF yang dilaksanakan meliputi kegiatan Skrining Gejala, Skrining Chest X-ray dan pemeriksaan Tes Cepat Molekuer (TCM). Kegiatan tersebut nantinya lanjut Pero juga akan melibatkan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dan pihak penyedia jasa Chest X-ray yang telah ditunjuk.
"Untuk Rutan Bengkulu sendiri kegiatan skrining tersebut ditargetkan kepada 634 warga binaan. Dimana nantinya akan ada pemeriksaan Chest X-ray dengan menggunakan mobil ronsen yang akan disiapkan oleh pihak penyedia jasa yang telah ditunjuk. Selanjutnya juga ada pemeriksaan TCM yang akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Untuk tahapan awal ini, kita lakukan skrining gejala dengan metode wawancara, untuk memastikan ada tidaknya gejala TBC yang dirasakan oleh WBP. Hasil skrining awal ini nantinya akan ditindaklanjuti pada kegiatan ACF 12 September mendatang," pungkas Pero.
