Rutan Bengkulu Tegaskan Komitmen Penuhi Hak Kesehatan Warga Binaan di RS Bhayangkara
BENGKULU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu memastikan layanan kesehatan bagi warga binaan berjalan sesuai prosedur. Setelah memberikan izin keluar bagi seorang narapidana untuk menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu, pihak Rutan melalui Plh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rey Japa, bersama Tim Medis Rutan untuk melakukan kontrol langsung terhadap kondisi pasien tersebut Rabu (3/9).
Narapidana yang dirujuk diketahui menderita pembengkakan jantung dan penyumbatan pembuluh darah di tangan kanan. Penyakit ini dinilai berisiko tinggi bila tidak segera ditangani dengan peralatan medis yang lebih lengkap di luar Rutan. Sebelumnya, Tim Medis Klinik Pratama Rutan Bengkulu merekomendasikan rujukan karena keterbatasan fasilitas kesehatan di dalam Rutan.
Plh Kasubsi Pelayanan, Rey Japa, menegaskan langkah kontrol ini merupakan bagian dari tanggung jawab Rutan dalam menjamin hak kesehatan warga binaan. “Kami memastikan narapidana mendapatkan layanan medis yang layak. Tim kami hadir langsung untuk mengontrol jalannya perawatan di rumah sakit,” ujarnya.
Menurut Rey Japa, Rutan Bengkulu tidak hanya melepas narapidana dengan pengawalan, tetapi juga menugaskan tenaga medis internal untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan pasien. “Ini adalah bentuk keseriusan kami. Narapidana tetap kami awasi dari sisi keamanan, tetapi hak kesehatannya tetap dipenuhi,” tambahnya.
Tim Medis Rutan Bengkulu juga menyatakan kondisi narapidana memerlukan pemantauan ketat. Penyakit jantung dengan komplikasi penyumbatan pembuluh darah membutuhkan observasi rutin dan penanganan cepat. “Kami rutin melakukan kontrol ke rumah sakit agar perkembangan kesehatan pasien terpantau, sekaligus memastikan koordinasi dengan dokter penanganan di RS Bhayangkara berjalan baik,” jelas salah seorang petugas medis.
Hingga saat ini, narapidana yang dirawat masih menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan di RS Bhayangkara. Dokter rumah sakit tengah melakukan observasi untuk menentukan langkah medis berikutnya. Sementara itu, pengawalan dari petugas Rutan tetap berjalan ketat untuk mencegah potensi risiko keamanan.
