Skip to main content
x
Sosialisasi Empat Pilar, Senator Leni Haryati John Latief Tekankan Pentingnya Nilai Ketuhanan dalam Kehidupan Berbangsa

Sosialisasi Empat Pilar, Senator Leni John Latief Tekankan Pentingnya Nilai Ketuhanan dalam Kehidupan Berbangsa

Wartaprima.com — Anggota MPR RI sekaligus Senator DPD RI asal Bengkulu, Hj Leni Haryati John Latief, menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki tanggung jawab yang sama dalam menghidupkan nilai-nilai agama di tengah kehidupan bermasyarakat.

Penegasan tersebut disampaikannya saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Bengkulu, di Masjid Raya Baitul Izzah Kota Bengkulu, Senin (22/6/2026) sore.

Dalam kegiatan tersebut, Hj Leni Haryati John Latief menyoroti pentingnya implementasi sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan dalam perspektif Pancasila bukan berarti keduanya menjalankan tugas yang sama persis, melainkan sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan menghidupkan nilai-nilai keagamaan sesuai peran masing-masing.

“Dalam Pancasila, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa, laki-laki dan perempuan memiliki tugas yang sama, yaitu menghidupkan agama. Laki-laki menghidupkan agama di rumah ibadah dan di tempatnya bekerja, sedangkan perempuan menghidupkan agama di rumah bersama anak-anaknya,” ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini menilai, keberhasilan pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi maupun infrastruktur, tetapi juga oleh kuatnya nilai moral dan spiritual yang tumbuh dalam keluarga serta lingkungan sosial.

Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam pembentukan karakter generasi bangsa. Karena itu, peran perempuan sebagai pendidik utama di lingkungan keluarga menjadi sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai agama dan kebangsaan kepada anak-anak.

“Kalau agama tidak dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, maka tatanan masyarakat akan rusak. Karena itu, peran laki-laki dan perempuan harus berjalan beriringan dalam menjaga nilai-nilai keimanan dan moral di lingkungan masing-masing,” kata Hj Leni Haryati John Latief.

Dalam sosialisasi tersebut, Ketua Majelis Taklim Perempuan Pimpinan Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Bengkulu ini juga mengajak jajaran Muslimat NU untuk terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai keagamaan tidak dapat dipisahkan, karena keduanya menjadi fondasi dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan dihadiri pengurus Muslimat NU dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog mengenai penguatan nilai kebangsaan, peran perempuan dalam pembangunan karakter bangsa, serta upaya menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat. 

Sosialisasi Empat Pilar, Senator Leni John Latief Tekankan Pentingnya Nilai Ketuhanan dalam Kehidupan Berbangsa
Sosialisasi Empat Pilar, Senator Leni John Latief Tekankan Pentingnya Nilai Ketuhanan dalam Kehidupan Berbangsa
Sosialisasi Empat Pilar, Senator Leni John Latief Tekankan Pentingnya Nilai Ketuhanan dalam Kehidupan Berbangsa
Sosialisasi Empat Pilar, Senator Leni John Latief Tekankan Pentingnya Nilai Ketuhanan dalam Kehidupan Berbangsa