Menuju Rutan Bersih, Bengkulu Deklarasikan Zona Bebas HALINAR
Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu menggelar apel deklarasi komitmen bersama untuk bebas dari peredaran narkoba, pungutan liar (pungli), dan penggunaan telepon genggam di lingkungan rutan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (31/5) pagi dan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando.
Apel ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural serta seluruh pegawai Rutan Bengkulu. Dalam arahannya, Yulian menekankan pentingnya integritas dan komitmen seluruh jajaran dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari praktik-praktik yang menyimpang.
"Hari ini merupakan momentum yang sangat penting dalam upaya kita mewujudkan komitmen bersama terhadap pemberantasan HALINAR, yang selama ini menjadi tantangan serius di dalam lingkungan pemasyarakatan. Kita semua memahami bahwa keberadaan HALINAR bukan hanya mencoreng citra institusi, namun juga menjadi ancaman terhadap keberhasilan pembinaan yang menjadi tugas utama kita," tegas Yulian.
Yulian juga menjelaskan bahwa deklarasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah awal untuk memperkuat budaya kerja yang profesional dan berintegritas tinggi. Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap komitmen tersebut akan ditindak secara tegas sesuai aturan yang berlaku.
"Melalui deklarasi ini, kita tidak hanya sekadar membaca naskah dan menandatangani komitmen, tetapi kita meneguhkan niat, menanamkan integritas, dan menyatukan langkah untuk menciptakan Rutan Kelas IIB Bengkulu yang bersih, bebas dari praktik-praktik tercela, serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi," ujar Yulian.
Usai pembacaan Ikrar, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Komitmen Bersama oleh kepala rutan diikuti seluruh jajaran. Penandatanganan ini merupakan bentuk pernyataan sikap tegas dari seluruh jajaran Rutan Bengkulu untuk mendukung program Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) yang telah dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
