Skip to main content
x

Ruas Jalan Desa Dengkol Singosari Jadi Atensi DPUBM Tahun Depan

Wartaprima.com - Ruas jalan Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menjadi atensi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) tahun depan (2022).
Pasalnya, kondisi ruas jalan di wilayah tersebut terbilang rusak berat. Pekerjaan yang dibutuhkan kompleks, yakni pemeliharaan, tutup lubang, serta pemasangan beton.

"Jalan di Desa Dengkol, kondisinya rusak berat, jadi tidak mungkin ditangani hanya dengan pemeliharaan,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Romdhoni, belum lama ini.
Oleh karenanya, jalan tersebut menjadi atensi Dinas PU Bina Marga, tahun depan, ujar dia.

Selain di Singosari, kata Romdhoni, jalan Raya Krebet, Kecamatan Bululawang; Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen; juga menjadi atensi Dinas Bina Marga, tahun depan. Namun kerusakan parah terletak di jalan Desa Dengkol Kecamatan Singosari.

Peningkatan jalan di tiga kawasan tersebut, baru bisa dioptimalkan tahun depan, tahun ini ada, tapi sifatnya belum bisa maksimal secara keseluruhan, ujar mantan Kepala Dinas Cipta karya Kabupaten Malang itu.

Ia menegaskan, memasuki akhir tahun ini, jalan yang rusak dan berlubang, sudah banyak yang dilakukan perbaikan dengan menggunakan dana Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Lokasinya merata, hampir di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

Sebagaimana disampaikan Sekretaris Dinas (Sekdin) PU Bina Marga Kabupaten Malang, Suwiknyo, bahwa dana PAK Dinas PU Bina Marga tahun 2021, mencapai Rp 50 miliar. Dana tersebut, akan diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur jalan.

"Besaran anggaran di atas, akan dibuat menjadi 100 paket kegiatan, terdiri dari Penunjukan Langsung (PL) dan pemilihan langsung atau sistem lelang," kata Wiknyo, Senin (6/12/2021).

Minimnya dana PAK itu, kata dia, lantaran terkena refocusing anggaran untuk penanganan Covid 19, di Kabupaten Malang. Terhitung sejak APBD 2021 awal, Dinas PU Bina Marga, terkena refocusing sebanyak kurang lebih 200 miliar. Jumlah tersebut, hampir separuh dari total anggaran yang diusulkan. 

"Meski anggaran minim, peningkatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Malang, tetap berjalan", demikian tandas Suwiknyo.