Rutan Bengkulu Gelar Rapat Persiapan Deklarasi Zero Halinar 2025: Komitmen Wujudkan Pemasyarakatan Bersih dan Berintegritas
Bengkulu - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu menggelar rapat koordinasi sebagai langkah awal dalam rangka persiapan deklarasi Zero Halinar tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (28/5) ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan, Yulian Fernando dan dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat structural beserta staf.
Zero Halinar merupakan singkatan dari Zero Handphone, Pungli, dan Narkoba, sebuah program prioritas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan bebas dari penyimpangan. Melalui deklarasi ini, Rutan Bengkulu menegaskan komitmennya dalam mendukung program reformasi birokrasi serta peningkatan integritas di seluruh lini pelayanan pemasyarakatan.
Dalam sambutannya Yulian menyampaikan bahwa rapat ini menjadi titik awal yang krusial untuk menyusun langkah-langkah strategis menjelang deklarasi. “Zero Halinar bukan hanya slogan, tapi bentuk komitmen moral dan profesional seluruh petugas pemasyarakatan untuk mewujudkan Rutan yang bersih dari pelanggaran dan penyalahgunaan kewenangan,” tegasnya.
Rapat ini membahas berbagai aspek teknis dan substantif, mulai dari penyusunan rencana aksi, penyiapan dokumen pendukung, strategi pengawasan internal, hingga pola komunikasi dan sosialisasi kepada warga binaan. Selain itu, dibahas pula koordinasi lintas seksi agar pelaksanaan deklarasi dapat berjalan dengan lancar, melibatkan semua elemen, dan memberikan dampak nyata.
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, sejumlah tantangan juga mengemuka, termasuk potensi penyelundupan barang terlarang melalui jalur kunjungan, risiko penyalahgunaan teknologi komunikasi, serta pentingnya penguatan integritas petugas. Menanggapi hal itu, Yulian meminta seluruh jajaran berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan memperkuat sistem pemeriksaan baik terhadap pengunjung maupun petugas itu sendiri.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi terhadap pelaksanaan program Zero Halinar selama tahun-tahun sebelumnya. Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk mengidentifikasi kekurangan yang masih perlu diperbaiki, seperti kebutuhan akan peningkatan sarana pengawasan, pelatihan petugas secara berkala, serta optimalisasi peran Tim Satops Patnal (Satuan Operasional Kepatuhan Internal).
"Kita harus terus melakukan pembenahan, termasuk memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya seperti kepolisian dan BNN, guna menekan angka penyalahgunaan narkoba di lingkungan rutan. Di samping itu, sosialisasi kepada warga binaan dan keluarga mereka juga akan digencarkan agar semangat Zero Halinar bisa menjadi budaya bersama, bukan sekadar kewajiban administratif," pungkas Yulian.
Dengan digelarnya rapat persiapan ini, diharapkan seluruh jajaran Rutan Bengkulu memiliki pemahaman yang sama serta semangat yang sejalan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang bersih, aman, dan humanis. Rutan Bengkulu optimistis, dengan sinergi dan komitmen bersama, deklarasi Zero Halinar 2025 tidak hanya akan menjadi seremoni, tetapi juga tonggak penting menuju pelayanan pemasyarakatan yang berintegritas tinggi.
