Skip to main content
x
Program Pembinaan Mandiri: Rutan Bengkulu Kembali Panen Sayur Pakcoy

Program Pembinaan Mandiri: Rutan Bengkulu Kembali Panen Sayur Pakcoy

Bengkulu - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu Kembali panen sayur pakcoy hasil dari lahan pertanian yang dikelola langsung oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada Sabtu (6/9). Hasil panen tersebut kemudian disalurkan langsung ke dapur rutan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari para penghuni rutan.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando dalam keterangannya, menyampaikan bahwa program pertanian ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang rutin dilaksanakan. Selain memberikan keterampilan dan aktivitas positif bagi warga binaan, kegiatan ini juga berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan internal rutan.

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali bisa melakukan panen pakcoy. Semua ini hasil kerja keras warga binaan yang membuktikan bahwa meskipun sedang menjalani masa pidana, mereka tetap bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Lahan pertanian di Rutan Bengkulu sendiri dikelola secara intensif dengan memanfaatkan pekarangan yang ada. Tanaman pakcoy dipilih karena relatif mudah dibudidayakan, memiliki nilai gizi tinggi, serta cepat dipanen. Dalam kurun waktu sekitar 30–40 hari setelah tanam, sayuran hijau ini sudah bisa dipetik dan langsung dikonsumsi. Program ini menurut Yulian juga merupakan implementasi dari 13 Program Akselerasi Menimipas, Agus Andrianto.

“Kami ingin program ini terus berjalan. Ke depan tidak hanya pakcoy, tetapi juga tanaman lain agar variasi pangan lebih beragam. Lebih penting lagi, warga binaan bisa membawa ilmu ini ke masyarakat ketika mereka kembali,” tegas Yulian.