Penuh Khidmat, Warga Binaan Lapas Bengkulu Belajar Kumandangankan Adzan
Bengkulu – Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid An-Nur Lapas Kelas IIA Bengkulu pada Jumat pagi ini. Puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan khusyuk mendengarkan kultum yang disampaikan oleh Ustadz Mulyadi, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia Kota Bengkulu dalam rangkaian kegiatan pesantren kilat.
Dalam ceramahnya, Ustadz Mulyadi membahas makna dan keutamaan Adzan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa Adzan bukan sekadar panggilan shalat, tetapi juga ajakan untuk selalu mengingat kebesaran Allah serta meningkatkan ketakwaan.
"Setiap lafaz dalam Adzan memiliki makna mendalam. Saat kita mendengar dan menjawabnya, itu menjadi pengingat bahwa Allah selalu dekat dengan kita, bahkan di mana pun kita berada," ujar Ustadz Mulyadi dengan penuh semangat.
Kegiatan pesantren kilat ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan yang rutin dilakukan di Lapas Kelas IIA Bengkulu. Kepala Lapas, dalam keterangannya, menyebutkan bahwa program ini bertujuan untuk membangun karakter religius warga binaan, sehingga kelak mereka dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Yuniarto, menyambut positif kegiatan pesantren kilat ini sebagai bagian dari pembinaan spiritual bagi warga binaan. Ia menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter dan mental yang lebih baik. "Kami selalu mendukung program pembinaan yang dapat memberikan manfaat bagi warga binaan. Melalui pesantren kilat ini, kami berharap mereka dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah dan mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat," ujarnya.
Pesantren kilat ini diharapkan menjadi sarana pembinaan spiritual yang efektif bagi warga binaan, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan pembelajaran agama, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan setelah bebas nanti.
