Rutan Bengkulu Berikan Pembinaan Kerohanian Bagi Warga Binaan Kristiani
BENGKULU - Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu bekerja sama dengan Kantow Wilayah Kementerian Agama Bengkulu kembali menggelar kegiatan Pembinaan Kerohanian bagi warga binaan beragama kristen. Kegiatan tersebut rencananya akan dijadwalkan setiap minggunya dengan dampingan langsung oleh pendeta perwakilan dari Kemenag Bengkulu. Karutan Bengkulu, Farizal Antony melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Medi Ihwand menjelaskan, kegiatan pembinaan kerohanian tersebut merupakan salah satu upaya Rutan Kelas IIB Bengkulu dalam meningkatkan keimanan warga binaan. Selain itu tentunya juga sebagai bentuk pemenuhan hak warga binaan dalam memperoleh kesempatan beribadah.
"Kegiatan pembinaan kerohanian tersebut diharapkan dapat menjadi bagian integral dari upaya Rutan Kelas IIB Bengkulu dalam meningkatkan aspek spiritual para warga binaan. kegiatan ini tidak hanya sekadar agenda rutin, melainkan juga bentuk konkrit pemenuhan hak asasi warga binaan untuk beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing," ujar Medi.
Selanjutnya Medi juga menyampaikan pihaknya telah merancang jadwal dan teknis pelaksanaan kegiatan tersebut secara matang. Sama halnya dengan pembinaan kerohanian lainnya, kegiatan pembinaan rohani bagi WBP beragama kristen direncanakan akan masuk dalam agenda kegiatan pembinaan.
"Saat jumlah warga binaan yang beragama kristen memang tidak banyak. Untuk itu nantinya kegiatan pembinaan ini kami rancang agar dilaksanakan secar kontinu dan masuk dalam agenda pembinaan selayaknya kegiatan pembinaan kerohanian lainnya. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam proses rehabilitasi mereka secara spiritual.
Pendeta perwakilan dari Kemenag Bengkulu menyambut baik inisiatif Rutan Kelas IIB Bengkulu dalam melibatkan mereka dalam kegiatan pembinaan kerohanian ini. Mereka berjanji untuk memberikan dukungan penuh serta memberikan pembinaan yang berkualitas kepada warga binaan guna membantu mereka dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan serta aspek spiritualitas demi mempersiapkan mereka untuk kembali ke masyarakat dengan penuh kesiapan baik secara fisik maupun mental," tutup Medi.
