Skip to main content
x
rutan

Rutan Bengkulu Gelar Buka Bersama Keluarga Warga Binaan

Bengkulu – Pelaksanaan hari pertama buka puasa bersama antara warga binaan dan keluarga di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu berjalan lancar. Kegiatan yang digelar pada awal bulan suci Ramadan ini disambut dengan antusias oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan keluarga mereka yang hadir.

Pada hari pertama ini, Senin (25/3), kegiatan buka puasa bersama dikhususkan bagi warga binaan kasus tindak pidana umum (pidum). Ratusan keluarga warga binaan turut hadir dalam acara ini, menciptakan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan di dalam Rutan Bengkulu. Momen ini menjadi kesempatan langka bagi para warga binaan untuk berbuka puasa bersama keluarga mereka di dalam lingkungan rutan.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando beserta seluruh jajaran turut hadir dalam acara ini untuk memastikan kelancaran jalannya kegiatan. Yulian juga menyempatkan diri berinteraksi bersama pihak keluarga yang hadir. Dalam sambutannya, Yulian menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan upaya untuk memberikan hak-hak warga binaan dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan. 

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga binaan tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan memiliki kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga dalam suasana yang penuh kehangatan,” ujar Yulian.

Kegiatan buka puasa bersama ini direncanakan akan terus berlanjut dengan jadwal yang telah ditentukan, di mana untuk hari ke-2 akan dijadwalkan bagi warga binaan dari berbagai kategori kasus yakni Tipikor dan Narkoba. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga binaan dapat merasakan kedekatan dengan keluarga mereka meskipun sedang menjalani masa hukuman.

Pelaksanaan hari pertama buka puasa bersama ini berjalan dengan tertib dan lancar berkat koordinasi yang baik antara petugas Rutan Bengkulu dan keluarga warga binaan. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan serta mempererat hubungan antara warga binaan dan keluarga mereka, sekaligus menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual selama menjalani masa pembinaan di Rutan Bengkulu.