Skip to main content
x
rutan

Rutan Bengkulu Panen Kangkung dan Timun Blewah: Implementasi Program Ketahanan Pangan Mendukung Asta Cita Presiden

Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menggelar panen hasil pertanian berupa kangkung dan timun blewah di area yang dikelolah oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP), Sabtu (21/6). Kegiatan panen ini dipimpin langsung oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Yantah), Rafi Rizaldi bersama Komandan Regu Jaga IV, Tinton Abdianto serta Pembina Kemandiraan, Nanang Darmawan sebagai bagian dari pelaksanaan program pembinaan produktif.

Panen tersebut merupakan bagian dari implementasi 13 program akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Program ini juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam rangka mewujudkan Asta Cita, yakni delapan tujuan pembangunan nasional, salah satunya ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Rafi menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan, namun juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali para warga binaan dengan keterampilan bercocok tanam yang dapat mereka manfaatkan ketika kembali ke masyarakat. Panen hari ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan di dalam rutan dapat memberikan hasil yang positif,” ujar Rafi.

Hasil panen berupa kangkung dan timun blewah ini berasal dari kebun organik yang telah dikelola secara rutin oleh para warga binaan dengan pendampingan petugas. Proses penanaman hingga pemanenan dilakukan menggunakan metode pertanian ramah lingkungan tanpa bahan kimia berbahaya.

Sementara itu, Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando dalam pernyataan terpisah, menegaskan bahwa program pertanian ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi kemandirian dan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. “Kami ingin membuktikan bahwa rutan bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat pembinaan yang menghasilkan karya dan kebaikan. Ini juga mendukung visi besar Presiden melalui Asta Cita dalam membangun Indonesia dari pinggiran, termasuk melalui ketahanan pangan,” ujar Yulian.

Dengan adanya kegiatan panen ini, Rutan Bengkulu berharap dapat menjadi contoh positif bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam mengimplementasikan program akselerasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan warga binaan. Rutan Bengkulu optimis, kegiatan ini mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif dan berkelanjutan.