Senam Pagi Warnai Pembinaan Sehat WBP Rutan Bengkulu
Bengkulu – Dalam upaya menjaga kebugaran fisik dan kesehatan para warga binaan, Rutan Kelas II B Bengkulu menggelar kegiatan senam pagi pada Senin (30/09). Kegiatan ini menjadi salah satu program pembinaan rutin yang diinisiasi pihak rutan demi terciptanya kondisi tubuh yang sehat, bugar, dan produktif bagi seluruh penghuni lapas.
Senam pagi berlangsung di lapangan olahraga utama Rutan Bengkulu. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB, diawali dengan pemanasan ringan berupa gerakan-gerakan sederhana yang mudah diikuti oleh semua peserta. Gerakan peregangan dan pernapasan menjadi pembuka agar tubuh lebih siap menjalani aktivitas fisik berikutnya.
Setelah itu, instruktur memandu warga binaan untuk melakukan rangkaian senam dasar yang melibatkan seluruh anggota tubuh. Usai senam bersama, kegiatan dilanjutkan dengan lari pagi mengelilingi lapangan olahraga utama. Lari pagi dilakukan dalam beberapa putaran dengan tempo teratur agar tidak membebani fisik. Meski sederhana, aktivitas ini diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuh, memperlancar peredaran darah, dan memperbaiki stamina warga binaan.
Komandan Jaga Regu I, Yoggy Dwi Kuncoro, hadir langsung memantau jalannya kegiatan. Ia menekankan bahwa olahraga bukan hanya soal kebugaran, tetapi juga disiplin dan kerja sama. “Kegiatan senam pagi ini rutin kami laksanakan untuk membangun kebiasaan hidup sehat di kalangan warga binaan. Selain menyehatkan tubuh, olahraga juga membantu mengurangi stres dan menciptakan suasana rutan yang lebih kondusif,” ujar Yoggy.
Selain pengawasan dari petugas keamanan, kegiatan ini juga didampingi oleh Petugas Medis Rutan, Pero Perdana. Kehadiran tenaga medis penting untuk memastikan setiap peserta dalam kondisi sehat serta siap mengikuti aktivitas. Pero menjelaskan bahwa olahraga rutin akan membantu warga binaan meningkatkan metabolisme, menjaga berat badan ideal, serta memperkuat daya tahan tubuh.
“Kami selalu mengingatkan warga binaan untuk tidak memaksakan diri. Jika ada yang merasa lelah atau kurang fit, diperbolehkan untuk beristirahat sejenak. Prinsipnya, olahraga harus dilakukan dengan aman dan menyenangkan,” terang Pero.
Menurut pihak Rutan Bengkulu, kegiatan olahraga semacam ini merupakan bagian dari program pembinaan yang berkelanjutan. Tidak hanya mengisi waktu luang, aktivitas fisik juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk melatih kebersamaan dan solidaritas. Dengan tubuh yang sehat, warga binaan dapat lebih fokus mengikuti program pembinaan lainnya, baik keterampilan maupun pendidikan rohani.
