Skip to main content
x
Daerah
Dinsos Jatim Selenggarakan Konsolidasi dan Integrasi Pengembangan Kesejahteraan Sosial Tahun 2020 

Dinsos Jatim Selenggarakan Konsolidasi dan Integrasi Pengembangan Kesejahteraan Sosial Tahun 2020 

Wartaprima.com, Kabupaten Malang - Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan setiap peserta yang hadir harus mencuci tangan terlebih dahulu serta menggunakan masker dalam mengikuti acara.

Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur menyelenggarakan Konsolidasi dan Integrasi Pengembangan Kesejahteraan Sosial Tahun 2020 yang diikuti Dinsos se Jawa Timur, dan dibuka oleh Kadinsos Jatim Dr. Alwi, M.Hum.

Dalam arahannya, Kadinsos Jatim, Dr. Alwi, M.Hum menegaskan, acara konsolidasi dan integrasi pengembangan kesejahteraan sosial ini, bertujuan menyamakan satu visi maupun misi serta menjalin sinergitas bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dinas Sosial bertekad mendukung dan mendorong kepada masyarakat klasifikasi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), yang selama ini dibina Dinsos melalui unit pelaksana teknis (UPT).

"Lebih gampangnya dalam menyimpulkan, PPKS ini diarahkan dan kita bentuk dengan lebih kreatif, inovatif, berprestasi serta lebih sejahtera di masa depan dalam kehidupannya," tegas Kadinsos Jatim.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal tersebut. Dinsos perlu menjalin kerjasama (sinergitas) yang lebih solid, bersama organisasi perangkat daerah lainnya. Antara lain, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Ketenagakerjaan," imbuhnya.

Guna menindaklanjuti para PPKS, baik saat berada di UPT maupun pasca dilakukan pembinaan, dengan segala keahlian yang dimilikinya, mereka tetap dirangkul dan kita berdayakan melalui banyak kesempatan (orderan kerjaan).

Sehingga eksistensi PPKS bisa semakin hidup dan berkembang lebih maju. 

"Jangan sampai perjuangan mereka berhenti di pelatihan keahlian di UPT saja. Akan tetapi, perlu dilanjutkan lebih berkarya lagi menuju kesejahteraan sehingga hidup lebih mapan," tandasnya.

Dr. Alwi menginformasikan, hasil binaan di Jawa Timur terhadap PPKS tercatat sudah 15.000 orang mendapatkan keterampilan pelatihan. Sementara, di UPT ada sekitar 4800 orang dan di luar sebanyak 15.000 PPKS.

"Harapan PPKS yang sudah dilatih dan berketerampilan ini stakeholder turut membantu memberdayakannya," tambahnya.

Satu bukti nyata, hasil dari pembinaan Dinsos kepada PPKS adalah warga dari Bojonegoro yakni Ngatini (39) bersama suaminya. Dengan dimodali pemberian mesin jahit dan obras dari Dinsos Jatim, kini keduanya mampu meraup omset Rp 3 juta/bulan bersih.

Dalam usahanya yang digelutinya sejak tahun 2009 silam, dibantu 4 karyawannya. Ngatini mampu menghidupi keluarga dan 4 karyawannya, orderan terus berdatangan. "Utamanya menangani orderan baju seragam kantor," ucap Ngatini, saat testimoni di acara tersebut.

Sebelumnya perempuan Disabilitas ini adalah pengangguran total. Setelah ada kesempatan untuk ikuti test pelatihan, dengan penuh keyakinan. "Kini bisa merubah nasib atau masa depannya yang lebih baik lagi, namun itu atas izin Allah SWT," pungkasnya. 

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Ollino Garden Kota Malang pada Rabu malam (26/08). (AL)