DPD Nasdem Lebong Buka Suara Soal Cover Majalah Tempo, Dianggap Merugikan Nama Baik Partai
Wartaprima.com — DPD Partai NasDem Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu Menggelar Konferensi pers terkait Cover terbaru Majalah Tempo edisi 13-16 April 2026, yang dinilai telah melecehkan dan merugikan citra partai yang sedang menjadi perbincangan saat ini (14/04/2026).
Dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat DPD Nasdem Lebong yang dihadiri oleh jajaran pengurus serta sejumlah kader. Dalam pernyataannya, pihak DPD menegaskan keberatan keras terhadap konten visual dan narasi yang dimuat pada sampul majalah tersebut.,
Ketua DPD Nasdem Lebong Dedi Hariyanto,SH melalui Sekretaris Eko Prabowono,SH , menyatakan bahwa pihaknya menghormati kebebasan pers, namun menilai bahwa cover tersebut tidak hanya mencederai kehormatan partai, tetapi juga berpotensi menyesatkan opini publik
“Kami menghargai kerja jurnalistik dan kebebasan pers. Namun, kami melihat ada kecenderungan framing dalam Dalam Cover majalah Tempo tersebut yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap partai Nasdem,” ujar Eko sekretaris Nasdem dalam konferensi pers.
Sekretaris Nasdem Eko Prabowono Ia menekankan bahwa beberapa bagian dalam Cover tersebut dinilai tidak berimbang adanya upaya pelecehan secara sistematis dengan bermaksud merendahkan martabat pimpinan serta institusi partai NasDem, dengan menampilkan judul cover “PT NasDem Indonesia Raya TBK”
"Kami menilai apa yang ditampilkan dalam cover tersebut tidak mencerminkan prinsip jurnalistik yang berimbang dan berpotensi merusak nama baik Partai NasDem,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu,DPD Nasdem Lebong mengutuk keras Majalah Tempo dan menuntut agar pihak Majalah Tempo meminta maaf kepada pimpinan dan partai Nasdem,meminta dengan sangat untuk tidak mengulangi di kemudian hari.
“Kami berharap kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang kembali. kami menghargai Kebebasan pers namun harus tetap dijalankan dengan mengedepankan etika dan tanggung jawab,” Tambahnya
DPD Partai NasDem Lebong menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada klarifikasi dan permohonan maaf resmi dari pihak Majalah Tempo.
Dengan adanya konferensi pers ini, diharapkan publik dapat memperoleh sudut pandang yang lebih berimbang dalam menyikapi isu yang berkembang.
