Skip to main content
x
Ragam
Bumi raflesia

Bumi Rafflesia, Masih Amankah?

Wartaprima.com - Masih ingatkah dengan Bang Napi ? Terdapat dua hal yang selalu diucapkan oleh Almarhum pada acara Sergap di RCTI yaitu:

Waspadalah! Waspadalah! dan 

Ingat, kejahatan bukan semata-mata karena ada niat dari pelakunya tetapi juga karena ada kesempatan merupakan. 

Kata-kata yang memiliki makna yang sangat mendalam dan mungkin masih terbayang-bayang di benak masyarakat Indonesia. Baru-baru ini terjadi aksi kejahatan di Kota Bengkulu yaitu pencurian dengan modus pecah kaca pada hari Rabu, 11 September 2019 di parkiran Masjid Raya Baitul Izza Kota Bengkulu. Pelaku melancarkan aksinya ketika korban sedang meninggalkan mobil untuk melaksanakan Ibadah Salat Zuhur. Pelaku berhasil mengambil satu tas yang berisikan 2 hardisk dan dokumen penting kantor. Tidak cukup sampai disitu, dihari yang sama, namun lokasi dan waktu yang berbeda, kawanan bandit kembali menjalankan aksinya. Aksi selanjutnya dilakukan di Jalan Raden Patah Kelurahan Pagar Dewa Sungai Rupat pada pukul 15.00 WIB, korban meninggalkan mobilnya untuk membeli es. Pelaku berhasil mengambil tas korban yang berisikan handphone, dompet dan surat-surat penting. 

Melihat fenomena seperti ini, kira-kira bagaimana kondisi kriminalitas di Provinsi Bengkulu tahun 2018 ?

Kriminalitas di Provinsi Bengkulu Tahun 2018

BPS menyajikan gambaran umum mengenai tingkat dan perkembangan kriminalitas di Provinsi Bengkulu melalui publikasi Statistik Kriminalitas Provinsi Bengkulu 2018. Sumber data publikasi ini diperoleh melalui laporan bulanan dari Instansi Kepolisian Daerah dan Lembaga Permasyarakatan/Rumah Tahanan Negara yang ada di Provinsi Bengkulu. 

Jumlah kejahatan yang dilaporkan ke Polda Bengkulu sepanjang tahun 2018 mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2017. 

Tingkat kejahatan (crime rate) selama periode tahun 2017-2018 mengalami penurunan. Jumlah tindak kejahatan yang dilaporkan mengalami penurunan sebesar 32,62 persen pada tahun 2017 mencapai 5790 kasus dan pada tahun 2018 mencapai 3901 kasus. Namun terjadi peningkatan pada rasio jumlah kejahatan yang diselesaikan pada tahun 2017 adalah 61,24 persen dan pada tahun 2018 adalah 78,49 persen. 

Kejadian yang paling sering dilaporkan adalah pencurian dan narkotika. Terdapat 3 kasus pencurian yang patut menjadi sorotan yaitu kasus pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor. Kasus pencurian yang paling sering dilaporkan di tahun 2018 adalah pencurian dengan pemberatan yaitu 566 kasus, hal ini menurun dibandingkan tahun 2017 yaitu 878 kasus. Kasus narkotika merupakan kasus tertinggi kedua yang dilaporkan mencapai 332 kasus, hal ini meningkat di bandingkan tahun 2017 yaitu 269 kasus. 

Selain data kejadian kejahatan yang bersumber data Polri yang menggunakan pendekatan pelaku, kejadian kejahatan juga dapat dilihat berdasarkan ruang lingkup kewilayahan/regional (desa/kelurahan). Data terkait hal ini dapat diperoleh melalui Pendataan Potensi Desa Provinsi Bengkulu yang memberikan gambaran situasi kejadian kejahatan yang dialami oleh masyarakat berdasarkan cakupan jumlah desa/kelurahan yang pernah mengalami kejadian kejahatan.

Kriminalitas dari Sudut Kewilayahan

Kejahatan pencurian merupakan kejahatan yang paling banyak terjadi pada desa/kelurahan di Provinsi Bengkulu. Persentase desa yang mengalami kejadian pencurian meningkat dari 2014 yang 40,49 persen menjadi 47,16 persen pada 2018. Selama tahun 2018 dari beberapa jenis kejahatan yang diukur terdapat enam jenis kejahatan yang mengalami peningkatan, yakni jenis kejahatan penganiayaan, penyalahgunaan/ pengedaran narkoba, dan perjudian.

Apakah masyarakat sudah merasa aman?

Rasa aman adalah kebutuhan dasar dan merupakan hak dasar seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan. UUD Republik Indonesia 1945 Pasal 28G ayat 1 menyebutkan bahwa setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman. (Qnadifa)