Karutan Bengkulu Hadiri Rapat Strategis Penguatan Sistem Pemasyarakatan di Kanwil Ditjenpas
Bengkulu – Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Bengkulu, Yulian Fernando, turut menghadiri rapat strategis bersama seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Bengkulu pada Senin (28/4) sore. Rapat tersebut berlangsung dalam suasana serius namun konstruktif, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Bengkulu, Haposan Silalahi.
Pertemuan ini menjadi forum penting untuk membahas berbagai langkah penguatan koordinasi dan peningkatan kewaspadaan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan. Fokus utama diskusi adalah menciptakan sistem pemasyarakatan yang adaptif, aman, dan humanis dalam menghadapi berbagai tantangan, baik yang bersifat internal maupun eksternal.
Dalam arahannya, Haposan Silalahi menekankan bahwa setiap insan pemasyarakatan wajib menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan transparansi dalam pelaksanaan tugas. “Kerja sama yang solid antarsatuan kerja menjadi fondasi utama kita dalam mengatasi tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas. Sinergi adalah kunci keberhasilan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika yang terus berkembang menuntut adaptasi dan pembaruan berkelanjutan. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah proaktif dari seluruh jajaran dalam menjaga stabilitas keamanan, sekaligus memastikan pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat tetap optimal.
Tidak hanya fokus pada aspek keamanan, Kakanwil Ditjenpas Bengkulu juga memberikan perhatian serius pada peningkatan kualitas pembinaan. Dalam kesempatan tersebut, Haposan mendorong inovasi dalam pelaksanaan program pembinaan warga binaan. Menurutnya, program pembinaan yang kreatif dan solutif akan memperkuat proses reintegrasi sosial narapidana ke masyarakat setelah masa pidana berakhir.
“Pembinaan yang baik adalah yang mampu menjawab kebutuhan riil warga binaan, bukan sekadar formalitas. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh UPT untuk terus berinovasi, berani mencoba hal baru yang berdampak positif,” ujar Haposan.
Rapat yang berlangsung selama beberapa jam itu ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Dalam sesi ini, para Kepala UPT diberikan kesempatan untuk menyampaikan laporan terkini terkait kondisi di lapangan serta menyampaikan masukan konstruktif terhadap kebijakan yang telah dan akan dilaksanakan.
Karutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyampaikan apresiasinya atas forum ini. Ia menyebut bahwa pertemuan semacam ini penting untuk memperkuat komunikasi dan pemahaman antarjajaran. “Rapat ini sangat strategis untuk menyamakan persepsi dan langkah ke depan. Kami siap mendukung penuh arahan Kakanwil dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih baik,” tutur Yulian.
Dengan terselenggaranya rapat ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan di Bengkulu dapat bergerak selaras dalam memperkuat sistem pelayanan, keamanan, dan pembinaan di setiap UPT. Langkah bersama ini dinilai penting dalam mewujudkan visi Ditjenpas yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pemulihan sosial.
