Skip to main content
x
Rutan Bengkulu

Kembalikan Fungsi Rupbasan, Karutan Bengkulu Ikuti Pemusnahan Barang Bukti

BENGKULU - Kanwil Kemenkumham Bengkulu menggelar kegiatan pemusnahan barang bukti hasil sidak Lapas/Rutan pada Kamis (7/12). Kegiatan pemusnahan tersebut dilaksanakan secara terpusat di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Bengkulu dan turut dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Farizal Antony. Dipimpin langsung oleh  Kepala Kanwil Kemenkumham Bengkulu, Santosa yang diwakili oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan, Teguh Wibowo, kegiatan pemusnahan tersebut juga disaksikan oleh seluruh perwakilan Aparat Penegak Hukum (APH) dan Stakeholder di wilayah Bengkulu. 

"Rumah Penyimpanan Benda Sitaan atau yang kita kenal dengan Rupbasan adalah satuan kerja jajaran Kementerian Hukum dan HAM yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan benda sitaan, rampasan ataupun barang bukti dari suatu perkara pidana. Namun seiring dengan Restrukturisasi di Instansi APH, baik itu Kepolisian maupun Kejaksaan membuat penitipan basan baran di Rupbasan semakin berkurang. Untuk kedepannya kami akan terus melakukan koordinasi dan membangun sinergi dengan APH maupun Stakeholder terkait, agar Rupbasan Kelas I Bengkulu dapat menjalankan tugas dan fungsi dengan lebih optimal," tegas Teguh.

Dalam kegiatan tersebut Teguh juga menjelaskan, pemusatan kegiatan pemusnahan barang bukti hasil penggeledahan di Rupbasan Kelas I Bengkulu merupakan upaya untuk mengembalikan fungsi Rupbasan sebagai tempat penyimpanan benda sitaan negara, termasuk hasil penggeledahan/razia pada UPT Pemasyarakatan. 

"Hari ini kita laksanakan pemusatan kegiatan pemusnahan barang bukti hasil penggeledahan pada Lapas/Rutan di Rupbasan Kelas I Bengkulu, sebagai bentuk upaya untuk mengembalikan fungsi Rupbasan. Kedepannya saya minta kepada seluruh UPT Pemasyarakatan jajaran Kanwil Kemenkumham Bengkulu agar tidak melakukan kegiatan pemusnahan barang bukti hasil penggeledahan di UPT masing-masing," ujar Teguh.

Sementara itu, Kepala Rupbasan Kelas I Bengkulu, Zulkarnain menjelaskan, terdapat total 738 item barang bukti yang dimusnahkan. Dimana barang bukti tersebut merupakan hasil razia atau sidak dari UPT Pemasyarakatan dalam Kota Bengkulu selama tahun 2023.

"Adapun barang bukti yang kita musnahkan merupakan barang bukti hasil razia atau sidak dari UPT Pemasyarakatan dalam Kota Bengkulu selama tahun 2023. Baik itu razia yang dilaksanakan masing-masing UPT maupun hasil razia dari Tim Satops Patnal Pas Kanwil Kemenkumham Bengkulu," pungkas Zulkarnain.