Panggung Bangsawan Sukses Digelar
Wartaprima.com - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu menggelar Panggung Bangsawan Bengkulu. Hal ini dalam rangka hari ulang tahun Provinsi Bengkulu yang ke-51.
Panggung Bangsawan ini menampilkan teater yang mengisahkan tentang Ratu Samban.
Dalam sambutanya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Irsan Setiawan mengatakan kegiatan ini harus diapresiasi, hal ini dikarenakan untuk mengangkat sejarah Pangeran Ratu Samban.
"Kita sama-sama tahu Pangeran Ratu Samban adalah pemimpin yang merakyat dan membaur dengan rakyat, dan selalu memperjuangkan kepentingan rakyat,” kata Irsan, Minggu (03/11/19).
Kemudian, Ratu Samban memiliki nama asli yakni Dmarjati yang berasal dari Desa Bintunan, dan sekarang bernama Desa Batik Nau, ia merupakan pahlawan yang gagah dan berani membela rakyat Bengkulu Utara dalam melawan penjajah Belanda pada saat itu hingga tahun 1874.
Pemerintah kolonial Belanda terus memburu Ratu Samban, sejak peristiwa gugurnya dua pejabat kolonial pada tahun 1873, yakni H.Van Amstel dan E.E Castens serta empat orang depati Negeri Sembilan (Sebutan untuk negeri Bintunan) menyeberangi Sungai Bintunan menggunakan rakit.
Salah satu depati tersebut ialah Dmarjati, ia membantai kedua pejabat kolonial Belanda tersebut menggunakan pedangnya, disaksikan langsung oleh banyak masyarakat yang sudah dikerahkannya untuk menyambut kedatangan kedua pejabat Kolonial Belanda ini.
Saat itu, Dmarjati ditangkap oleh kompeni Belanda dan dipenjarakan di Benteng Marlborough. Setelah beberapa lama, Dmarjati bebas dari penjara Belanda, kemudian dia kembali ditangkap oleh kompeni Belanda tahun 1887.
Sekitar tahun 1889 Dmarjati dieksekusi oleh Belanda diatas rakit di Sungai Bintunan pada malam hari.
Sementara, Gotri Suyanto selaku Asisten III Setda Provinsi Bengkulu menyampaikan seni dan budaya yang lama menjadi kebanggaan untuk di Bumi Rafflesia.
"Sebab Bengkulu tak hanya memiliki keindahan alam melainkan juga kaya akan seni dan budaya, termasuk dengan cerita rakyat nya," ujarnya.
Ditambahkan, Gotri Suyanto dalam kisah Ratu Samban tersebut sangat baik untuk diambil pesan moralnya yang baik oleh kaum milenial yang ada di Bengkulu, yang saat ini semakin pesatnya kemajuan teknologi.
"Bukan hanya memiliki tokoh pahlawan kemerdekaan yaitu Fatmawati, namun ada juga tokoh Ratu Samban, kisah kepemimpinan Ratu Samban di zaman penjajahan kolonial Belanda adalah pesan moral yang sangat baik untuk dipetik, pesan moral yang sangat berguna untuk generasi milenial di Bengkulu untuk tidak melupakan akar budaya dan tradisi ditengah kemajuan teknologi," tambahnya.
Lebih lanjut Gotri, Pemprov Bengkulu dalam Dispar Provinsi Bengkulu akan terus mendorong serta mendukung perkembangan seni budaya yang ada, termasuk seni budaya pertunjukan cerita rakyat. Sebagai salah satu penunjung terwujudnya Visit Bengkulu Wonderful 2020. (QNadifa/Adv)
