Rutan Bengkulu Tingkatkan Pembinaan Moralitas Warga Binaan
BENGKULU - Sebagai upaya mewujudkan cita - cita Pemasyarakatan dalam membina warga binaan menjadi insan berakhlak dan berbudi pekerti, Selasa (14/11) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerja sama dengan Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa menggelar kegiatan Pembinaan Moralitas di Rutan Kelas IIB Bengkulu. Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Rutan, Farizal Antony yang diwakili oleh Kasubsi pelayanan Tahanan, Medi Ihwandi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Teguh Wibowo yang diwakili oleh Kasubbid Pengelolaan Basan Barang, M.Darwin.
Dalam sambutannya Medi menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk kembali menanamkan moralitas kepada warga binaan selama menjalani masa pidana di Rutan Kelas IIB Bengkulu. Medi menyambut baik kegiatan yang dipandu langsung oleh Dewan Pembina Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia, Erica Wongso tersebut. Medi berharap melalui kegiatan ini warga binaan dapat semakin memahami pentingnya akhlak dan budi pekerti dalam kehidupan bermasyarakat.
"Terima kasih kami ucapkan kepada pihak Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pembinaan moral kepada warga binaan di Rutan Kelas IIB Bengkulu. Kami berharap melalui kegiatan ini warga binaan maupun pegawai dapat semakin memahami pentingnya memiliki akhlak dan budi pekerti dalam menjalani kehidupan di masyarakat," imbuh Medi.
Sementara itu, mengisi acara, Erica Wongso beserta Tim dari Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia menjelaskan fokus kegiatan tersebut adalah membina kepribadian dan mental Warga Binaan Pemasyarakatam melalui pelatihan interaktif. Dimana warga binaan diajak untuk dapat mengenal lebih jauh kepribadian masing-masing. Sehingga diharapkan dapat terbentuk sikap dan prilaku yang berakhlak dan berbudi pekerti.
"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membentuk sikap dan prilaku yang berbudi pekerti. Sesuai dengan tema yang kita usung yakni "Who AM I". Dengan lebih mengenal siapa diri kita, tentu akan mempermudah kita untuk menjadi manusia seutuhnya, sehat jasmani dan rohani, menjadi andalan keluarga, dan mengabdi kepada Bangsa dan Negara," ujar Erika.
Lebih lanjut Erika juga menyampaikan sejumlah paparan materi seperti tiga kualitas karakter manusia, relevansi moralitas, penghambat kebijaksanaan, hidup bersyukur serta materi lainnya tentang etika moral yang harus dipegang dalam kehidupan dimulai dari hal kecil hingga hal besar. Selain itu, Erika juga memberikan motivasi kepada para peserta yang mengikuti sesi pembelajaran dan diskusi untuk memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai moral dan etika bagi warga binaan.
"Memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik tentunya dapat membantu kita dalam menjalani kehidupan di masyarakat. Untuk itu di sini kami mengajak rekan-rekan untuk kembali memahami konsep dari kepribadian yang baik dan akhlak mulia. Harapan kita semua, rekan-rekan dapat kembali menjadi pribadi yang berbudi pekerti, taat hukum dan menjunjung moralitas dalam menjalani norma kehidupan di masyarakat," pungkas Erika.
