Lapas Perempuan Bengkulu Gelar Razia Bersama Tim Gabungan Aparat Hukum
Kota Bengkulu - Lapas Perempuan Bengkulu menggelar giat razia blok huniaan terhadap warga binaan dan dilaksanakan tes urine. Kegiatan dilaksanakan bersama tim gabungan terdiri dari tim satops patnal kemenkumham bengkulu, TNI/Polri serta BNNP Bengkulu. Hal ini Guna menjalankan intruksi Ditjen Pemasyarakatan, sesuai dengan arahan yakni mencegah peredaran narkoba, deteksi dini barang terlarang dan menjalin sinergitas dengan pemerintah dan aparat hukum. Razia blok hunian ini langsung dihadiri Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Bengkulu Teguh Wibowo, Selasa malam (14/11).
Kadiv Pemasyarakatan didampingi Kalapas Perempuan Bengkulu Gayatri RR, langsung menuju blok hunian. Sebelum menggelar razia, jajaran bersama tim gabungan dan tim satops patnal kemenkumham bengkulu menggelar apel bersama dengan mendengarkan arahan.
Dijelaskan Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham Bengkulu Teguh, kegiatan ini dalam upaya meningkatkan pencegahan deteksi dini terutama dalam akhir tahun ini.
"Ya, ini terkait pelaksanaan perintah dari Ditjen Pemasyarakatan akhir tahun dalam menekan dan minimalisir barang terlarang yang ada, seperti handphone, sajam dan narkoba. Saat ini kita lihat zero handphone dan narkoba. Dalam pelaksanaan ini kita bersinergi dengan BNNP, Koramil dan Polsek setempat," ujarnya.
Teguh menambahkan, dalam hasil razia itu tim gabungan tidak menemukan barang terlarang. Namun didapatkan barang yang memang digunakan oleh warga binaan, seperti sikat gigi, sendok, kabel, dan beberapa kaleng minuman.
"Dalam hasil razia, ini kita lihat sendiri tidak ada handphone dan narkoba. Temuan barang ini hanya digunakan untuk mereka sehari hari tetapi barang ini tetap kita sita dan dimusnahkan. Seperti sendok ini, bahaya berbahan stainless sangat berpotensi dijadikan senjata tajam," tambahnya.
Usai menggelar penggeledahan, petugas BNNP melakukan tes urine terhadap pegawai pria LPP dan warga binaan secara acak.
"Selain itu kita juga melaksanakan tes urine dengan secara acak sebanyak sembilan orang dari pegawai LPP pria. Ada juga dari sepuluh warga binaan perempuan yang dites urine juga. Hasilnya semua negatif, ini kita lakukan secara acak tidak ada ditebang pilih," katanya.
Terpisah, Kalapas Perempuan Bengkulu Gayatri RR memastikan akan terus meningkatkan pencegahan deteksi barang terlarang termasuk dengan pengamanan yang ada. Terutama terus bersinergi dengan aparat hukum yang ada.
