Skip to main content
x

Merawat Asa di Tanah Pasang Surut: Kisah Seragam Loreng Merajut Asa Bersama Warga Bandar Raya

Oleh : Indra

.

Aroma tanah basah aluvial menyapa fajar yang luruh di ufuk timur, memantulkan kilau keemasan pada hamparan sawah pasang surut yang membentang sunyi. Di tepian sungai kecil yang membelah urat nadi kehidupan, desau angin Tamban Catur seolah berbisik tentang sebuah peradaban kecil yang sedang menjemput takdir barunya lewat ketukan palu dan sapaan hangat para prajurit penjaga bangsa.

Jejak-jejak kaki bersimbah lumpur kini bukan lagi lambang keterisolasian yang mengungkung mimpi anak-anak transmigrasi di batas cakrawala. Di atas tanah tempat Suku Banjar, Dayak, dan Jawa melebur dalam harmoni, guratan lelah di wajah-wajah legam itu kini perlahan mengikis riwayat jalan setapak yang rapuh, menggantinya dengan bentangan harapan yang kokoh untuk hari esok yang lebih bermartabat.

.

Jalan sepanjang 1200 meter yang menjadi sasaran fisik TMMD

Fajar Baru di Batas Tamban Catur

Perjalanan sejauh 47 kilometer dari pusat kota Kuala Kapuas menyuguhkan lanskap magis berupa lumbung padi yang menghijau, sebuah potret kesuburan yang kontras dengan keterbatasan infrastruktur masa lalu. Desa Bandar Raya, yang bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan, dan budidaya ikan, sekian lama terbelenggu oleh akses jalan yang memprihatinkan serta sanitasi warga yang jauh dari kata layak. Namun, rentang waktu dari 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 menjadi catatan sejarah baru saat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 resmi digulirkan oleh Kodim 1011/Kuala Kapuas dengan tema besar "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa".

Langkah awal perubahan ini ditandai dengan upacara pembukaan yang khidmat, mengumpulkan energi gotong royong dari 123 personel TNI AD, 3 personel TNI AL, 20 anggota Polri, 4 aparatur Pemda, dan puluhan warga yang bersiaga setiap hari. Dua unit ekskavator PC 50 dan armada pendukung mulai menderu, memecah keheningan desa untuk menata kembali urat nadi transportasi yang selama ini menyulitkan para petani. Kehadiran para prajurit yang melebur dan tinggal di rumah-rumah warga seketika mengubah wajah desa menjadi sebuah ruang komunal yang penuh dengan kehangatan sapaan kemanusiaan.

Momentum sinergi lintas sektoral ini ditegaskan secara resmi saat upacara pembukaan yang meriah di tengah lapangan desa yang becek namun sarat semangat. Wakil Bupati Kapuas, Dodo, S.P., M.M.A., yang hadir membuka acara tersebut secara langsung, menyampaikan pesan mendalam tentang esensi sejati dari kehadiran program manunggal ini di tengah-tengah masyarakat. “TMMD menjadi ruang bagi kita untuk bergotong royong membangun desa. Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Dodo saat membacakan amanat tertulis dari Bupati Kapuas, H. M. Wiyatno, S.P.

.

Dansatgas Kodim 1011/Klk Letkol Inf Deky Febrianto saat tinjau sasaran kegiatan TMMD

Mengukir Asa di Atas Reruntuhan Lapuk

Fokus utama Satgas TMMD ke-129 langsung diarahkan pada sasaran fisik yang menyentuh kebutuhan paling mendasar, yakni peningkatan badan jalan sepanjang 1.200 meter dengan lebar 1 meter dan tinggi 50 centimeter, serta penimbunan jalan selebar 3 meter dengan ketebalan 10 centimeter. Jalan yang dulunya berupa kubangan lumpur saat musim hujan kini berubah menjadi jalur yang kokoh untuk mengangkut hasil panen padi dan ikan patin warga. Sembari menatap hamparan jalan yang mulai rata, Dansatgas TMMD ke-129, Dandim 1011/Kuala Kapuas Letkol Inf Deky Febrianto, S.Hub.Int., M.H.I., menjabarkan visi luhur di balik pengerjaan infrastruktur ini.

Menurut Letkol Inf Deky Febrianto, TMMD membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan fisik dan non-fisik. Ketulusan dalam setiap ayunan cangkul prajurit merupakan bukti nyata bahwa tentara tidak pernah berjarak dengan rakyatnya dalam situasi apa pun. "TMMD juga bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai bagian dari upaya mendukung sistem pertahanan negara serta mewujudkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh," tutur Dandim Kapuas tersebut dengan penuh optimisme.

Sentuhan humanis TMMD semakin terasa menyentuh sanubari ketika program perehaban 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembuatan 5 unit MCK mulai menyasar kediaman warga yang paling membutuhkan. Salah satu kebahagiaan terbesar diletakkan di atas pundak Bapak Walianto, seorang warga kurang mampu yang selama bertahun-tahun harus pasrah tinggal di dalam rumah kayu yang sudah lapuk dan nyaris roboh dihantam angin kencang. Ketika dinding-dinding kalsibut baru yang rapi mulai terpasang dan atapnya tidak lagi membocorkan air hujan, air mata haru tidak lagi terbendung dari pelupuk matanya.

Dengan suara yang bergetar menahan tangis bahagia, Bapak Walianto mengungkapkan rasa haru yang mendalam karena impian memiliki rumah kokoh akhirnya dapat terwujud nyata di depan matanya. Ia menyapu pandangannya ke arah para prajurit TNI yang sedang merapikan teras rumah barunya dengan penuh rasa hormat dan persaudaraan. Ia menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada Satgas TMMD 129 Kodim 1011/Klk karena tanpa bantuan gotong royong ini, keluarganya tidak tahu kapan bisa memperbaiki rumah mereka yang sebelumnya lapuk dimakan usia.

.

Program unggulan Kasad TNI manunggal Air

Mengalirkan Kehidupan Melalui Program Unggulan

Tidak berhenti pada hunian, kenyamanan ibadah warga turut ditingkatkan melalui perehaban 1 unit mushola desa, menjadikannya tempat berlindung rohani yang sejuk bagi tiga suku yang hidup berdampingan. Selaras dengan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Satgas TMMD juga menghadirkan program TNI Manunggal Air melalui pembuatan 5 unit sumur bor guna menjamin ketersediaan air bersih di lahan pasang surut. Guna menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah banjir, pembersihan saluran drainase sepanjang 1.000 meter serta gerakan penghijauan lewat penanaman 1.000 pohon keras dilakukan bersama-sama oleh pemuda desa dan tentara.

Melihat desanya bersolek dan berubah total hanya dalam kurun waktu satu bulan, Kepala Desa Bandar Raya, Solikh, tidak mampu menyembunyikan rasa kagum dan kebanggaannya terhadap kinerja luar biasa dari tim gabungan ini. Solikh mengucapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas dipilihnya desa mereka sebagai lokasi pusat pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 TA 2026 oleh Kodim 1011/Kuala Kapuas. Ia melihat sendiri bagaimana sekat-sekat sosial melebur ketika warga Banjar, Dayak, dan Jawa berkumpul di bawah satu komando kerja bakti yang penuh tawa.

Solikh juga sangat mengapresiasi tingginya antusiasme warga desa yang bahu-membahu bersama prajurit TNI di lapangan tanpa kenal lelah, baik siang maupun malam. Menurutnya, kehadiran TMMD ke-129 ini telah berhasil menghidupkan kembali roh gotong royong yang menjadi ciri khas pedesaan yang sempat meredup tergerus zaman modern. "Hubungan emosional yang erat (kemanunggalan) antara Satgas TNI dan masyarakat Bandar Raya dinilai sebagai pencapaian non-fisik yang luar biasa dan sangat menyentuh hati warga," tegas Kades Solikh dengan penuh kebanggaan.

.

Kolonel Inf Denny Noviandi Ketua Tim Wasev di dampingi Oleh Dansatgas Kodim 1011/Klk Letkol Inf Deky Febrianto, i tinjau sasaran TMMD

Keberhasilan pengerjaan sasaran fisik dan program unggulan Kasad ini kemudian mendapat atensi khusus dari markas besar melalui kunjungan Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Penanggung Jawab Operasional (PJO) TMMD Mabes TNI AD. Dipimpin oleh Kolonel Inf Denny Noviandi, tim melakukan penyusuran mendalam ke setiap sudut sumur bor, jalan baru, hingga ketahanan pangan berupa kolam penebaran 2.000 ekor bibit ikan patin. Hasil peninjauan menunjukkan pelaksanaan TMMD di Kabupaten Kapuas berjalan sesuai target yang ditetapkan.

Dalam peninjauannya di lokasi, Kolonel Inf Denny Noviandi memberikan pujian atas kekompakan yang ditunjukkan oleh seluruh elemen yang terlibat di lapangan. Kebersamaan tersebut menjadi kunci utama mengapa medan berat aluvial pasang surut dapat ditaklukkan dengan cepat dan efisien. "Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat, dan komponen bangsa lainnya sudah terjalin dengan baik di TMMD Kuala Kapuas. Kami datang untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai jadwal," ujarnya sembari tersenyum puas.

Menurut Denny, sebagian besar sasaran fisik telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dan hasilnya sangat presisi. Perwira menengah melati tiga ini juga menyelipkan sebuah pesan edukatif bagi seluruh warga lokal agar jerih payah para prajurit dapat dinikmati oleh generasi-generasi berikutnya di Tamban Catur. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk ikut memelihara hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan berkelanjutan.

.

Penyuluhan yangmenjadi salah satu kegiatan non fisik

Membangun Jiwa dan Raga Manusia Desa

Sisi humanis TMMD ke-129 semakin memancarkan sinarnya melalui serangkaian sasaran non-fisik yang dirancang untuk membangun kecerdasan mental dan ketahanan sosial masyarakat desa. Berbagai penyuluhan digelar secara maraton di balai desa, mulai dari Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, Pertanian, Hukum, hingga Penyuluhan KB dan Kesehatan untuk menekan angka stunting. Tak ketinggalan, edukasi mengenai bahaya narkoba, informasi Werving TNI, hingga Penyuluhan Penerimaan Komponen Cadangan (Komcad) diikuti dengan penuh antusias oleh para remaja desa yang memimpikan masa depan yang lebih cerah.

Dukungan nyata terhadap kesejahteraan sosial masyarakat kian diperkuat melalui aksi nyata Bakti Sosial TNI yang menyentuh langsung dapur-dapur keluarga prasejahtera di Desa Bandar Raya. Sebanyak 100 paket bantuan sosial dibagikan secara langsung dor-to-dor, diiringi dengan pelayanan pengobatan gratis serta aksi donor darah yang dilaksanakan sebanyak dua kali selama masa satgas. Kehadiran layanan ini laksana oase di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan yang selama ini harus ditempuh dengan perjalanan jauh menuju puskesmas kecamatan.

Kemudahan administrasi juga dihadirkan langsung ke beranda rumah warga melalui kegiatan perekaman KTP, pembuatan akta kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA) yang berkolaborasi dengan Disdukcapil setempat. Melalui kemudahan yang dihadirkan sebanyak dua kali ini, anak-anak di pelosok Tamban Catur kini resmi memiliki identitas hukum yang jelas untuk keperluan sekolah mereka kelak. Kemeriahan baksos ditutup dengan pelaksanaan Bazar UMKM lokal dan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor instan yang disambut suka cita oleh ibu-ibu dan para pengendara di desa.

.

Kasdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Sugiyono berserta jajaran Fokopinda saat hadiri upacara penutupan TMMD

Warisan Kepedulian yang Tak Kunjung Usai

Waktu satu bulan berlalu begitu cepat, hingga tibalah saatnya upacara penutupan TMMD ke-129 yang menandai perpisahan fisik antara prajurit dengan orang tua asuh mereka di desa. Upacara penutupan yang berlangsung penuh keharuan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI Sugiyono, M.Si. Kehadiran jenderal bintang satu ini membawa pesan moral yang mendalam bagi seluruh personel satgas dan warga yang berdiri berjejer menahan air mata perpisahan.

Kasdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Sugiyono kemudian membacakan amanat tertulis dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Penanggung Jawab Operasional (PJO) TMMD di seluruh Indonesia. Jenderal tertinggi di angkatan darat tersebut menegaskan bahwa berakhirnya upacara bukan berarti berakhirnya ikatan batin kepedulian hijau loreng terhadap kemajuan pelosok negeri. Dalam amanatnya, Kasad menekankan bahwa pekerjaan Satgas tidak berhenti ketika upacara penutupan selesai, karena hasil pembangunan harus dirawat dan dimanfaatkan masyarakat secara bijak.

“Penutupan TMMD pada hari ini menandai berakhirnya masa pelaksanaan kegiatan, tetapi kepedulian dan tanggung jawab terhadap hasil pembangunan harus terus dilanjutkan,” kata Sugiyono saat membacakan amanat Kasad di hadapan seluruh peserta upacara yang khidmat. Kasad menyebut TMMD merupakan bagian dari pengabdian nyata TNI kepada masyarakat melalui pendekatan lintas sektoral yang humanis dan terintegrasi. Program tersebut diarahkan untuk membantu percepatan pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah sasaran terpencil.

Lebih lanjut, dalam poin amanat yang dibacakan oleh Brigjen TNI Sugiyono, Kasad mengingatkan bahwa esensi sejati dari keberhasilan TMMD tidak diukur dari angka-angka statistik di atas kertas laporan. Ukuran keberhasilan TMMD, lanjutnya, bukan sekadar berapa banyak sasaran fisik yang dibangun atau diperbaiki oleh tangan-tangan prajurit. Hasilnya harus benar-benar terasa nyata manfaatnya dalam menopang denyut aktivitas sehari-hari masyarakat pedesaan.

Pembangunan infrastruktur terpadu ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, membuka sumbatan akses perekonomian, meningkatkan kualitas kesehatan, serta mendorong kemandirian masyarakat secara jangka panjang. Kepedulian yang tulus ini lahir karena TNI bergerak murni atas apa yang dikeluhkan oleh rakyat di tingkat bawah. Karena itu, sasaran TMMD ditentukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi nyata di lapangan, di mana masukan warga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan program yang dikerjakan.

Kini, riuh rendah suara cangkul dan canda tawa prajurit di tepian saluran drainase Desa Bandar Raya telah berselimut sepi, meninggalkan jejak-jejak pengabdian yang terpatri abadi di dalam sanubari warga. Jalan yang mulus, sumur yang mengalirkan air jernih, serta rumah-rumah kokoh yang berdiri tegak adalah saksi bisu bahwa kemanunggalan itu bukan sekadar slogan, melainkan cinta yang mewujud nyata.

Ketika lembayung senja kembali turun memeluk bumi Tamban Catur, persaudaraan yang terajut antara seragam loreng dan masyarakat pedesaan tidak akan pernah luntur oleh sapuan waktu. Di bawah langit Kalimantan Tengahtengah yang teduh, bait-bait doa berbisik dari bibir para petani, mengiringi kepulangan para penjaga kedaulatan dengan keyakinan bahwa negeri ini telah dibangun dari akar yang paling kuat: hati rakyatnya sendiri.