Ditemukan Tak Bernyawa di Siring Dekat Rumah, Polisi Selidiki Penyebab Kematian Warga Pagar Gunung
Kepahiang, Wartaprima.com - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepahiang masih terus mendalami penyebab pasti kematian AS (70), warga Desa Pagar Gunung, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Korban sebelumnya ditemukan tidak bernyawa di aliran siring yang tak jauh dari kediamannya pada Sabtu pagi, 5 September 2026.
Peristiwa yang sempat menggegerkan warga setempat ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan adanya unsur tindak pidana di balik kematian korban. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka belum dapat mengambil kesimpulan awal.
Kapolres Kepahiang, AKBP Yuriko Fernanda, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim, Iptu Bintang Yudha Gama, S.I.K., yang didampingi Kanit Pidum, Ipda Abdullah Barus, S.H., menyampaikan bahwa tim penyidik saat ini masih bekerja ekstra di lapangan guna memetakan seluruh petunjuk yang ada.
"Kami belum bisa berkesimpulan terkait penyebab kematian korban. Sementara ini anggota masih di lapangan untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta warga sekitar," terang Ipda Abdullah Barus saat dikonfirmasi.
Saat disinggung mengenai kemungkinan adanya unsur tindak pidana seperti dugaan pembunuhan, pihak kepolisian menyatakan bahwa sejauh ini belum ditemukan indikasi yang mengarah ke sana.
"Belum ada arah ke sana. Kami masih melakukan pendalaman atas keterangan saksi-saksi dan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)," tegasnya.
Selain mengandalkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, kepolisian juga masih menunggu hasil medis resmi dari pihak rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian korban secara akurat.
"Kami juga masih menunggu hasil visum terhadap jasad korban dari pihak medis RSUD Kepahiang," lanjut Barus.
Sementara itu, terkait isu yang beredar di tengah warga mengenai potensi hilangnya barang berharga milik korban saat ditemukan, pihak kepolisian meminta agar masyarakat bersabar dan tidak terburu-buru berspekulasi.
"Sementara kami masih melakukan penyelidikan intensif, kami mohon bersabar. Mudah-mudahan tim bisa bekerja cepat dan segera mengungkap terang penyebab kematian korban," tutupnya.
