PMII UINFAS Bengkulu Ajak Mahasiswa Baru Seimbangkan Prestasi Akademik dan Organisasi
Bengkulu, Wartaprima.com – Menyambut tahun akademik baru, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Khalid Bin Walid Komisariat UIN Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu menggelar webinar gratis bertajuk "Beyond the Classroom: Kuliah Yes, Organisasi Yes" pada Jumat malam (17/7/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) sebagai bekal awal memasuki kehidupan kampus.
Webinar yang dilaksanakan secara daring melalui platform Google Meet berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Kegiatan dipandu oleh Ketua Rayon Khalid Bin Walid PMII FUAD UINFAS Bengkulu, Adityo Varza, yang bertindak sebagai moderator.
Menghadirkan dua narasumber berkompeten, yakni Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FUAD UINFAS Bengkulu, Dr. Wira Hadi Kusuma, M.S.I., serta aktivis sekaligus dai muda Bengkulu, Afri Sukandar, S.Ag., M.Pd., webinar tersebut mengajak mahasiswa baru memahami pentingnya menyeimbangkan prestasi akademik dengan aktivitas organisasi.
Bangun Karakter Mahasiswa Melalui Tiga Pilar Kecerdasan
Dalam pemaparannya, Dr. Wira Hadi Kusuma menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya berorientasi pada nilai akademik semata ataupun hanya aktif dalam organisasi. Menurutnya, keberhasilan selama menempuh pendidikan tinggi ditentukan oleh kemampuan mengelola diri secara seimbang.
"Kuliah dan organisasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru keduanya harus berjalan beriringan agar mampu membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik sekaligus keterampilan kepemimpinan," ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga kecerdasan utama yang perlu dikembangkan oleh mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan dunia kampus maupun dunia kerja di masa depan.
Pertama adalah Intelligence Quotient (IQ) sebagai kemampuan berpikir kritis, menganalisis persoalan, serta menyelesaikan berbagai tantangan akademik.
Kedua, Digital Quotient (DQ), yaitu kecakapan memanfaatkan teknologi digital secara produktif, adaptif, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Ketiga adalah Spiritual Quotient (SQ) yang berkaitan dengan integritas, akhlak, etika, serta ketenangan batin sebagai fondasi dalam mengambil keputusan dan menjalani kehidupan.
Menurut Dr. Wira, keseimbangan ketiga aspek tersebut akan melahirkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.
Organisasi Jadi Laboratorium Kepemimpinan
Sementara itu, narasumber kedua, Afri Sukandar, menekankan bahwa organisasi merupakan ruang pembelajaran yang tidak dapat diperoleh sepenuhnya di ruang kuliah.
Ia menjelaskan, melalui organisasi mahasiswa dapat belajar membangun komunikasi, memimpin tim, mengelola program, hingga memperluas jaringan yang akan sangat berguna setelah lulus dari perguruan tinggi.
"Berorganisasi adalah laboratorium nyata untuk membentuk mental kepemimpinan, meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, memperluas relasi, sekaligus melatih kemampuan menyelesaikan persoalan," jelasnya.
Afri juga mengingatkan mahasiswa baru agar mampu bersikap dewasa dalam menghadapi dinamika organisasi. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, namun harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah tanpa mengesampingkan tanggung jawab utama sebagai mahasiswa.
Menurutnya, organisasi harus menjadi tempat bertumbuh, belajar menghargai perbedaan, serta membentuk karakter kepemimpinan yang berintegritas.
Disambut Antusias Mahasiswa Baru
Webinar tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi berjalan interaktif dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta terkait strategi mengatur waktu antara kuliah dan organisasi, pengembangan diri, hingga persiapan menghadapi kehidupan kampus.
Selain memperoleh materi dan wawasan baru, seluruh peserta yang mengikuti kegiatan hingga selesai juga mendapatkan e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Melalui kegiatan ini, PMII Rayon Khalid Bin Walid Komisariat UINFAS Bengkulu berharap dapat menjadi ruang pembinaan bagi mahasiswa baru agar mampu berkembang secara akademik maupun organisasi.
Kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen PMII dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kepemimpinan, integritas, serta kepedulian terhadap masyarakat sesuai dengan nilai-nilai pergerakan.
