Skip to main content
x
APAR Rutan Bengkulu Kelas Dunia

Rutan Bengkulu Pasang Puluhan APAR Kelas Dunia

BENGKULU - Sebagai upaya pencegahan dan pengurangan resiko kebakaran, Selasa (11/10) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu melakukan pemasangan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis Fire Block disejumlah titik rawan kebakaran. Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu, Farizal Antony menjelaskan Fire Block merupakan suatu produk inovatif kelas dunia yang bekerja secara otomatis memadamkan api pada saat terjadinya kebakaran.

"Beberapa waktu lalu kita menerima bantuan sejumlah APAR jenis Fire Block langsung dari kementerian. Fire Block ini merupakan jenis APAR yang dapat bekerja secara otomatis dalam memadamkan api saat terjadi kebakaran," ujar Karutan.

Karutan juga menambahkan penggunaan Fire Block juga cukup mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus, hal ini lanjut Karutan berbeda dengan jenis APAR pada umumnya yang masih membutuhkan tenaga manusia dalam penggunaannya.

"Kalau dari manual yang kita baca, cara kerja Fire Block ini cukup sederhana, ketika ada api yang menyulut mulut sumbu pada bagian luar tabung, maka tabung akan  langsung meledak dan cairan yang keluar dari tabung akan langsung memadamkan api. Jadi saya rasa alat ini lebih efektif dan sangat-sangat efektif terutama untuk skala Lapas atau Rutan yang memang rentan
terjadinya resiko kebakaran," ungkap Karutan.

Lebih lanjut Karutan juga menjelaskan setidaknya ada 22 APAR yang dipasang pada 18 titik lokasi rawan kebakaran. Penentuan lokasi tersebut didasarkan pada tingkat resiko kebakaran yang mungkin ditimbulkan. Lokasi-lokasi tersebut antara lain area dapur, blok hunian, ruang penggeledahan, raung perkantoran dan sejumlah titik penting lainnya. Selain itu pemasangan Fire Block menurut karutan merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh Rutan Kelas IIB Bengkulu dalam meminimalisir resiko terjadinya kebakaran.

"Kita tidak pernah tau kapan dan bagaimana suatu musibah kebakaran dapat terjadi, untuk itu saya menekankan kepada jajaran  agar selalu waspada dan mawas diri, sumber api itu bisa dari mana saja, bisa dari puntung rokok, obat nyamuk bakar bisa juga kornselting arus listrik. Selalu saya ingatkan kepada seluruh pegawai khususnya staf yang bekerja  diruang lingkup area perkantoran agar sebelum meninggalkan ruangan dapat memastikan tidak ada lagi pemakaian arus listrik, seperti komputer, printer, AC dan alat elektronik lainnya, dengan adanya rasa peduli dari pegawai tentu diharapkan dapat meminimalisir segala bentuk resiko, termasuk musibah kebakaran, siapa lagi yang harus peduli dengan rutan ini kalau bukan kita sebagai pegawai," pungkas Karutan.